Djawanews.com - Apakah Anda adalah salah satu orang yang sering susah tidur? Mungkin karena Anda adalah orang pesimis. Kok bisa?
Berdasarkan studi, orang-orang yang pesimis punya potensi besar untuk susah tidur. Temuan ini pun dibuktikan lewat sebuah penelitian terbaru.
Sebuah studi yang terbit dalam jurnal "Behavioral Medicine" menemukan bahwa mereka yang cenderung optimis bakal tidur lebih baik. Maka kunci suksesnya cuma satu, yaitu jadilah orang optimis.
Rosalba Hernandez, asisten profesor dari University of Illinois Urbana-Champaign School of Social Work melakukan studi tentang kebiasaan tidur. Kebiasaan tidur itu dikaitkan dengan optimisme pada 3.500-an peserta yang berusia 32 hingga 51 tahun di Amerika Serikat.
Hasilnya, peserta dengan skor tes optimisme yang tinggi justru bisa tidur selama 6-9 jam setiap malamnya. Kemungkinan terkena insomnia pada mereka yang optimis ini juga lebih kecil.
"Hasil dari penelitian ini mengungkapkan hubungan signifikan antara optimisme dan berbagai karakteristik tidur yang dilaporkan secara mandiri," kata Hernandez.
Kurang Tidur Berkualitas
Hernandez mengatakan bahwa kurang tidur yang berkualitas adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat masa kini.
"Kualiatas tidur yang buruk dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk risiko obesitas, hipertensi, dan semua penyebab kematian yang lebih tinggi," lanjut Hernandez.
Makanya, keyakinan akan hal-hal yang positif untuk masa depan bisa jadi aset psikologis penting untuk hidup kita. Hidup kita tentu jadi bebas penyakit dan kesehatan kita jadi lebih baik.
"Orang yang optimis cenderung terlibat dalam penenangan aktif yang berfokus pada masalah dan menginterpretasikan peristiwa yang menimbulkan stres dengan cara yang lebih positif," katanya.
Hal itulah yang mengurangi rasa khawatir. Termasuk berbagai pemikiran yang negatif saat mereka tidur di sepanjang siklus itu. Maka, jadilah optimis agar tidur kita nyenyak. Niscaya, kita akan sehat.