Djawanews.com – Bagi ibu hamil dan menyusui banyak cara yang dilakukan untuk memaksimalkan momen hamil dan menyusui. Pasalnya, momen hamil dan menyusui bagi ibu merupakan momen yang perlu dijaga untuk mendukung tumbuh kembang buah hati.
Di sisi lain, kekhawatiran tidak terpenuhinya asupan nutrisi selama momen kehamilan dan menyusui juga membayangi. Faktor kurangnya asupan nutrisi ada bermacam-macam, salah satunya yang paling sering terjadi adalah mual hingga muntah di trimester awal.
Bahaya Ibu Hamil dan Menyusui Kekurangan Nutrisi
Healthcare Communicator, dr. Muliaman Mansyur, memaparkan bahwa ternyata 60 persen ibu hamil di Indonesia masih kekurangan mikronutrien dan 30 persen lainnya masih kekurangan makronutrien.
Mikronutrien merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai peranan yang cukup besar bagi kesehatan ibu untuk membantu perkembangan janin di dalam kandungan. Misalnya asam folat, kalsium, zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, hingga vitamin D. Tak hanya yang sedang hamil, ibu menyusui juga memerlukannya untuk menambah kualitas ASI.
Bukan hanya itu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, pun menambahkan, meski sebagian besar berada di kawasan tropis, orang Asia ternyata mendapatkan asupan vitamin D3 yang lebih rendah dibandingkan orang-orang di Eropa dan Amerika.
Padahal, kekurangan vitamin D3 menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko anemia. Apalagi menurut dr. Dara, ibu hamil rentan terkena anemia karena kebutuhan cairan tubuhnya ikut meningkat selama kehamilan.
Dilansir WebMD, asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks larut air yang memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah dan membantu tabung saraf bayi berkembang optimal. Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang bayi.
Zat besi juga penting bagi kesehatan ibu hamil dan menyusui, salah satunya meminimalisir risiko anemia. Sebab, zat besi ini berfungsi membentuk hemoglobin, yakni protein dalam sel darah merah tugasnya membawa oksigen ke jaringan, Moms. Selama kehamilan, ibu membutuhkan dua kali lipat zat besi untuk memasok lebih banyak oksigen ke janin.
Ibu hamil membutuhkan setidaknya 27 miligram zat besi untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian. dr. Muliaman pun menyarankan agar ibu mulai mengonsumsi makanan tinggi nutrisi seperti asam folat dan zat besi sejak mulai merencanakan kehamilan.
Selain mikronutrisi, asupan makronutrisi yang seimbang juga tidak kalah pentingnya untuk membantu menjaga energi ibu hamil dan menyusui. Di antaranya protein, karbohidrat, serta lemak.
Dilansir healthline, ibu hamil setidaknya harus mengonsumsi 70-100 gram protein untuk mengoptimalkan pertumbuhan jaringan tisu dan organ vital janin di dalam kandungan, termasuk perkembangan otak. Ibu juga membutuhkan asupan setidaknya lebih dari 300 kalori per hari, salah satunya bisa didapatkan dengan konsumsi makanan tinggi karbohidrat.
Lalu yang penting juga asupan lemak, terutama lemak tak jenuh seperti biji-bijian, buah alpukat, hingga minyak zaitun dan minyak ikan. Konsumsi makanan kaya akan lemak yang seimbang bisa membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL), pertumbuhan sel-sel baru, mengoptimalkan penyerapan zat gizi, dan meningkatkan kualitas ASI.
Ingin tahu informasi mengenai kesehatan lainnya? Pantau terus Djawanews dan ikuti akun Instagram milik Djawanews.