Djawanews.com – Teknologi yang berkembang pesat telah mengontrol perilaku hidup masyarakat modern sekarang. Bangun tidur langsung menatap layar ponsel dan media sosial, bekerja juga menatap layar laptop dan menjelang tidur juga tidak lepas dari ponsel.
Tidak ada salahnya menggunakan teknologi untuk menunjang produktivitas. Namun, kesehatan tubuh dan otak juga butuh diistirahatkan dari paparan media sosial. Gaya hidup Digital minimalism juga perlu kamu lakukan. Digital minimalism merupakan gaya hidup dengan menggunakan teknologi seefisien mungkin dan sesuai kebutuhan.
Digital Minimalism untuk Kesehatan Mental
- Kurangi Pemakaian Telepon Genggam
Kamu mungkin berpikir bahwa menghabiskan waktu di akhir pekan dengan menonton serial favorit dan menelusuri media sosial adalah sebuah imbalan atas kerja keras di hari-hari sebelumnya. Namun, menelurusi media sosial di ponsel atau menatap layar laptop selama beberapa jam akan membuat kamu lelah secara mental dan fisik. Selain itu, hal tersebut dapat membuat kecanduan.
Layar ponsel kaya akan warna. Karena itu, melihatnya dalam waktu lama melelahkan secara mental. Otak juga memproses warna dengan cara yang berbeda. Ponsel dirancang dengan tampilan penuh warna yang menarik perhatian dan merangsang adiksi. Misalnya, hanya dengan melihat warna merah tanda notifikasi dapat meningkatkan stres dan menyebabkan perubahan dalam aktivitas kelenjar keringat kita.
Cara tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengaktifkan tampilan ponsel menjadi grayscale atau mengaktifkan alarm untuk beristirahat. Mengutip Medium, Mengubah tampilan ponsel menjadi grayscale tidak hanya dapat mengurangi waktu penggunaan layar harian hingga 40 menit, tetapi juga membantu membuat tampilan ponsel tidak terlalu melelahkan untuk mata.
- Membersihkan Ruang Penyimpanan Digital
Seiring waktu, sebagian besar dari kita telah mengumpulkan banyak aplikasi, foto, dan video yang memenuhi ruang penyimpanan ponsel. Ruang penyimpanan ponsel yang berantakan menguras perhatian kita seperti halnya rumah yang berantakan. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa pekerja teknologi informasi kehilangan waktu hingga dua jam dalam seminggu untuk mencari dokumen digital.
Oleh sebab itu, penting untuk menghapus foto-foto, dokumen, dan aplikasi yang sudah tidak terpakai. Dengan demikian, pencadangan dapat dilakukan dengan lebih maksimal. Awalnya mungkin terasa berat untuk menghapus dan merapikan foto, aplikasi, dan dokumen dalam ponsel. Akan tetapi, ini akan berguna untuk pekerjaanmu kelak.
- Menemukan Aktivitas Lebih Berguna
Menghabiskan waktu luang dengan aktivitas yang lebih berguna akan membuat kamu lebih berenergi. Sebagian besar dari kamu mungkin percaya bahwa membersihkan di rumah, olahraga berat, atau mempelajari keterampilan baru terlalu melelahkan untuk dilakukan saat waktu luang. Namun, pikiran ini justru menghambat kamu untuk jadi lebih produktif.
Banyak orang justru percaya bahwa konsumsi pasif, seperti menonton serial selama berjam-jam adalah bentuk rekreasi terbaik. Pada kenyataannya, ini mungkin membuat kamu merasa lebih lelah secara mental dibandingkan dengan melakukan aktivitas yang lebih produktif, seperti berolahraga, melakukan hobi, berpergian, dan membersihkan rumah.
Ini bukan berarti kamu harus menghabiskan waktu dengan aktivitas melelahkan atau berhenti menonton serial favorit. Tidak ada yang salah dengan mengeluarkan tenaga dan hanya bersenang-senang. Namun, rekreasi berkualitas rendah tidak boleh melebihi rekreasi berkualitas tinggi. Di akhir pekan, kamu pasti menginginkan kondisi mental yang lebih baik dan berenergi untuk bergerak maju, bukan malah mundur.
Ingin tahu informasi mengenai kesehatan lainnya? Pantau terus Djawanews dan ikuti akun Instagram milik Djawanews.