Djawanews.com – Bunda, pernah mendengar istilah stunting? Menurut berbagai sumber, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang menyebabkan anak terlihat lebih pendek dibanding anak seusianya. Faktor utama penyebab stunting pada anak adalah kurangnya asupan nutrsi pada anak sejak 1000 hari pertama kehidupan anak. Selain itu, stunting juga disebabkan karena rendahnya akses terhadapt sanitasi dan air bersih, kurangnya makanan bergizi, dan sumber protein yang buruk.
Cegah Stunting, Optimalkan Asupan Nutrisi Anak
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, misalnya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan anak, memberikan pola asuh yang baik kepada anak, intervensi gizi spesifik, memberikan edukasi tentang inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif, memberi makanan tambahan untuk ibu hamil, mengkonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada ibu hamil, pemberian MPASI di usia 6-24 bulan pada balita, memantau pertumbuhan balita di posyandu, dan memberikan imunisasi yang lengkap bagi anak.
Intervensi gizi spesifik dapat berupa memberikan edukasi dan penyuluhan kepada para orang tua, menyediakan akses ke pelayanan kesehatan, mendapatkan sanitasi dan air bersih yang layak untuk digunakan, dan memberikan pendidikan tentang gizi serta pengasuhan terhadap kesehatan reproduksi seksual pada remaja.
Pemenuhan nutrisi yang optimal pada anak dan ibu hamil untuk mencegah stunting dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang seimbang, yaitu 4 sehat 5 sempurna. Yang termasuk ke dalam kategori 4 sehat 5 sempurna adalah makanan pokok, sayur-sayuran, lauk-pauk, buah-buahan, dan susu. Di dalam nutrisi yang seimbang juga harus terdapat minimal setidaknya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
Karbohidrat bermanfaat untuk sumber energi yang utama bagi tubuh. Protein berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama jaringan dan organ. Lemak berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada ibu hamil. Protein juga berperan penting bagi ibu hamil dalam membantu pertumbuhan jaringan payudara dan rahim saat hamil. Vitamin dan mineral berfungsi mengurangi risiko penyakit pada ibu hamil dan janin serta memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi ketika mengandung.
Selain sumber nutrisi yang disebutkan tadi, ada beberapa nutrisi yang juga penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, di antaranya kalsium, zat besi, asam folat, DHA dan omega-3. Kalsium berfungsi untuk pembentukan dan kepadatan tulang bayi. Zat besi berguna untuk memastikan tersedianya cukup oksigen pada janin dan ibu hamil dan untuk mencegah anemia gizi. Asam folat bermanfaat untuk mengurangi risiko cacat saat bayi lahir yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sumsum tulang belakang, otak, dan saraf. DHA dan omega-3 untuk membantu perkembangan otak dan kognitif bayi.
Asupan nutrisi yang optimal, cukup berperan untuk cegah stunting pada anak. Pencegahan sebaiknya dilakukan ketika pada masa awal kehamilan dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan mencukupi nutrisi anak ketika dalam masa pertumbuhan.
Ingin tahu informasi mengenai kesehatan lainnya? Pantau terus Djawanews dan ikuti akun Instagram milik Djawanews.