Djawanews - Sejumlah penelitian sudah memastikan, sebuah pelukan itu punya banyak manfaat. Ada banyak sisi positif ketika seseorang dipeluk.
Begitu sederhana rasanya. Tapi hal sesederhana itu pun tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ada banyak alasan. Apalagi dengan pandemi seperti ini yang melarang antar manusia melakukan kontak fisik.
Dikutip dari ERA.id yang melansir Times Now News, dijelaskan ada juga alternatif lain, seperti yang ditawarkan oleh Keeley Shoup, seorang 'cuddlist' atau ahli peluk, yang bisa disewa untuk meredakan kekhawatiran dan memberi rasa nyaman.
"Sering kali kita meremehkan kekuatan dari sebuah sentuhan, senyuman, kata-kata manis, waktu luang untuk menjadi mitra pendengar, pujian, atau berbagai bentuk keramahan kecil lainnya," sebut Keeley Shoup di situs web resminya .
"Semuanya itu memiliki potensi untuk mengubah hidup seseorang."
Dilihat dari situs web, wanita lulusan Ball State University dan mengantongi sejumlah sertifikat di bidang 'cuddle therapy' ini mengaku mulai fokus pada terapi sentuhan per 2015. Pada tahun tersebut, ia menjadi 'Cuddlist' - seseorang yang memahami seluk-beluk terapi sentuh dan pelukan - dan Cuddle Party Facilitator.
Sejak itu, praktek terapinya berkembang pesat. Ia mendirikan Mental Health Tiktok Collective (MHTTC), mencetuskan acara Cuddle Expo, hingga memiliki 600 klien yang tersebar di enam negara bagian Amerika Serikat.
Jasa yang ia tawarkan ini didasari pemahaman atas kekuatan sentuhan fisik, yang Shoup sebut "kebutuhan esensial bagi tiap manusia untuk bisa hidup dengan sehat dan bahagia". Pelukan menghasilkan hormon oxytocin yang bisa menurunkan tingkat stres, meningkatkan kerja sistem imun tubuh, meredakan insomnia, hingga meredakan gejala depresi dan kegelisahan.
Perempuan asal Chicago ini mematok jasanya dengan tarif 100 dolar AS, atau Rp1,4 juta, per jam. Ia mengaku telah mendapat berbagai macam permintaan dari yang biasa hingga yang aneh. Namun, ia bersikap sangat tegas atas aturan dalam terapinya.
"Salah satu aturan yang saya tegaskan adalah mereka boleh meminta apa saja asal masih masuk ranah yang praktek yang baik, dan saya tidak akan menilai apapun permintaan itu," sebut Shoup.
"Saya tidak akan menyetujui semuanya. Saya masih akan bertanya pada diri sendiri soal apakah saya bisa tetap tulus melayani permintaan tersebut."
Jasa ini tidak melayani sentuhan yang bersifat seksual atau merangsang seseorang, sebut Shoup. Dan permintaan seperti ia akui hanya sedikit terjadi. Tapi ia mengaku kerap membacakan buku untuk para klien, menggelitik mereka, hingga 'bergumul dan memeluk' para klien.
Ia setuju untuk melakukan hal tersebut karena si klien hanya ingin merasa dikasihi.
Keele Shoup ternyata juga tidak sendiri sebagai pakar ilmu memeluk seseorang. Di daerah Kansas, AS, seseorang bernama Robin Marie juga menyediakan jasa serupa dan mendapat penghasilan hingga Rp570 juta per tahun. Marie berpraktek di kota Kansas City dan tiap sesi biasanya berlangsung antara satu hingga empat jam.