Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Kutukan Periode Kedua, Jokowi Disebut Salah Langkah dan Kurang Komunikasi ke Pemerintah Daerah
Pemerintahan Jokowi dilanda badai besar, menetapkan kebijakan hanya menghasilkan pro dan kontra. (jakartasatu.com)

Kutukan Periode Kedua, Jokowi Disebut Salah Langkah dan Kurang Komunikasi ke Pemerintah Daerah

Fajar Kurniawan
Fajar Kurniawan 03 November 2021 at 03:07pm

Djawanews.com – Kutukan periode kedua, pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo mengalami masa terburuk. Banyak perpecahan timbul, oknum penegak hukum yang justru kriminal dan keadilan yang makin ngawur.

Kutukan di periode kedua memang kerap kali dikaitkan pada masa pemerintahan presiden Indonesia yang menjabat 2 kali. Hal tersebut layaknya siklus yang terulang kembali terus-menerus.

Dari pemerintahan Jokowi, anda dapat melihat sendiri banyak kebijakan yang diterapkan menghasilkan pro dan kotra yang dengan hebatnya saling berbenturan. Contohnya saja mengenai tes PCR yang diduga menjadi bisnis untuk mengeruk uang rakyat.

Baru-baru ini, ahli hukum tata negara sekaligus dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar buka suara soal kutukan periode kedua.

Ia menerangkan jika sebelumnya kerap kali mengingatkan dan menyinggung bahayanya 'kutukan' pada periode kedua dalam kepemimpinan seorang presiden.

"Di pemerintahan Amerika hampir semua presiden di second period mengalami kegagalan, hampir semua, 94-95 persen kalau saya tidak salah," ucapnya.

Kutukan Periode Kedua itu Nyata Adanya, Barrack Obama Jadi Contoh

Bahkan disampaikannya, jika Barack Obama juga mengalami kutukan diperiode keduanya saat memimpin Amerika Serikat. Ahli hukum tata negara itu lebih lanjut mengatakan ada problem yang biasanya terjadi dalam kepemimpinan presiden di periode keduanya.

"Biasanya ada kejadian khusus dan itu dianggap sebagai curse-nya terhadap second period itu," katanya pada YouTube Refly Herun, 3 November 2021.

"Tapi yang kedua adalah terfragmentasinya dukungan politik dan itu sebenarnya terbahasakan dari berbagai baliho itu," ujarnya lagi menambahkan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, sosok-sosok seperti Puan Maharani hingga Airlangga Hartarto terpampang dalam banyak baliho yang tersebar dengan niat melangkah di pemilihan 2024 mendatang.

Menurut Zainal Arifin Mochtar itu merupakan hal yang 'wajar', 2 sampai 3 tahun sebelum pemilu apalagi di periode kedua pemerintahan mulai terpecah.

Ahli hukum tata negara itu pun mengungkapkan kesalahan langkah Jokowi dalam periode keduanya ini. "Di situlah kelirunya Jokowi yang dia nikahi itu tetap partai politik dan kepentingan politik," tuturnya.

Baca Juga:
  • Jokowi Bakal Hadir dan Isi Sesi Diskusi Kongres PSI di Solo
  • Tidak Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi, Rismon Sianipar Sebut Dittipidum Kalah Telak
  • Usai Gelar Perkara Khusus, Kuasa Hukum Jokowi: Penyidikan Bareskrim Sesuai SOP, Case Closed!

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan jika ada 2 langkah yang bisa saja diambil oleh Jokowi dalam masa pemerintahannya ini.

"Ada dua kesempatan yang bisa dia lakukan, adalah menikahi publik supaya menjaga stabilitas pemerintahannya atau menikahi sistem pemerintahannya atau pemerintahan secara vertikal," katanya.

"Harusnya yang dia kuatkan itu relasinya dengan pemerintahan daerah," ujar Zainal menambahkan.

Zainal mengungkapkan kalau kutukan periode kedua dapat terminimalisir atau dicegah dengan menjalin hubungan dan komunikasi baik kepada setiap pimpinan daerah. Hal tersebut merupakan kunci menjaga stabilitas negara ke depannya.

Untuk mendapatkan warta harian terbaru lainya, ikuti portal berita Djawanews  dan akun Instagram Djawanews.

Bagikan:
#Kutukan Periode Kedua#JOKOWI#Presiden Ri#Barrack Obama#amerika serikat

Berita Terkait

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
    Berita Hari Ini

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

    Djawanews.com - Pengembangan investasi IKN kembali mendapat dorongan setelah Otorita Ibu Kota Nusantara menandatangani kerja sama proyek senilai Rp3,74 triliun pada 14 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut mencakup pembangunan ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
    Berita Hari Ini

    Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

    Saiful Ardianto 13 Oct 2026 19:29
  • Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
    Berita Hari Ini

    Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

    Saiful Ardianto 12 Oct 2026 19:13
  • Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Djawanews.com - Investasi NVIDIA di d-Matrix menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa perusahaan tersebut berencana menanamkan modal pada pengembang chip server kecerdasan buatan itu. Menariknya, d-Matrix ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Investasi Migas Danantara US$250 Juta di AS Bakal Perkuat Strategi Energi Global?
    Berita Hari Ini

    Investasi Migas Danantara US$250 Juta di AS Bakal Perkuat Strategi Energi Global?

    Saiful Ardianto 08 Oct 2026 19:38
  • Hilirisasi vs Transisi Energi, Mengapa PWYP Kritik Rangkap Jabatan?
    Berita Hari Ini

    Hilirisasi vs Transisi Energi, Mengapa PWYP Kritik Rangkap Jabatan?

    Saiful Ardianto 07 Oct 2026 18:41

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
Berita Hari Ini

1

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
Berita Hari Ini

2

Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
Berita Hari Ini

3

Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up