Djawanews.com - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatra Utara mendapat sorotan tajam dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Menurut Hanif, konstruksi PLTA Batang Toru yang digarap oleh PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) ini berpotensi merusak lingkungan dan perlu dilakukan perombakan total.
Menteri Hanif menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah menunjuk auditor lingkungan independen untuk melakukan audit terhadap proses pembangunan hingga rencana operasional PLTA Batang Toru. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak proyek tersebut terhadap ekosistem di sekitar lokasi.
Hanif juga menegaskan bahwa jika proyek ini tetap dilanjutkan, maka harus memenuhi standar ketahanan bendungan, pengelolaan sumber daya alam, dan kaidah-kaidah lingkungan yang lebih ketat. Pembangunan proyek harus disesuaikan dengan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
Konstruksi PLTA Batang Toru Terancam Dirombak, Menteri LH Soroti Dampak Lingkungan
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan pelimpahan izin usaha PLTA Batang Toru kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). PT PLN Nusantara Renewables, anak perusahaan PLN, saat ini menjadi pemegang saham minoritas dalam proyek ini.
Namun, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa pemerintah belum memutuskan secara pasti apakah proyek ini akan dijalankan oleh PLN atau tetap bermitra dengan pihak swasta.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengungkapkan bahwa komisioning PLTA Batang Toru yang semula direncanakan pada akhir 2025 akan mundur hingga Oktober 2026 akibat dampak bencana banjir yang melanda Sumatra.
Meskipun demikian, PT NSHE telah mengajukan banding untuk melakukan audit ulang terhadap proyek ini. Dengan kapasitas pembangkit mencapai 510 megawatt, PLTA Batang Toru diharapkan dapat menjadi sumber energi terbarukan yang signifikan bagi Indonesia.
Proyek PLTA Batang Toru menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh konstruksi tersebut. Diperlukan perombakan dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan dengan memperhatikan kelestarian alam dan keberlanjutan sosial.
Demikian informasi seputar rencana kontruksi PLTA Batang Toru. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.