Djawanews.com - Pada Senin (26/01/26), sepuluh negara Eropa, termasuk Inggris, Belgia, Denmark, dan Norwegia, menandatangani "Deklarasi Hamburg" untuk membangun pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) raksasa di lepas pantai utara.
Tujuan utama dari proyek PLTA raksasa adalah untuk menggenjot ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, demi menciptakan sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan dan bebas emisi karbon.
Pembangkit listrik yang direncanakan memiliki kapasitas produksi 100 GW, yang cukup untuk menyuplai energi ke sekitar 143 juta rumah. Negara-negara tersebut akan menghubungkan PLTA dengan kabel bawah laut untuk mentransmisikan energi ke berbagai negara di kawasan tersebut, termasuk Inggris dan Norwegia.
Proyek ambisius ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi biaya energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kritik dan Pandangan Berbeda Rencana Pembangunan PLTA Raksasa
Rencana pembangunan PLTA ini menuai kritik dari Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa proyek tersebut akan merugikan negara-negara Eropa. Trump menganggap bahwa banyaknya kincir angin yang ada justru akan menguras sumber daya dan merugikan perekonomian negara-negara tersebut.
Namun, Inggris memiliki pandangan berbeda. Kepala Urusan Energi Inggris, Dhara Vyas, berpendapat bahwa PLTA akan menurunkan biaya listrik, karena energi dari PLTA lebih murah dibandingkan energi fosil.
Laporan yang dirilis oleh National Grid pada Januari 2026 menyatakan bahwa sejak 2023, Inggris telah berhasil menghemat biaya listrik sebesar 1,6 miliar pound sterling berkat penggunaan energi dari PLTA.
Proyek PLTA raksasa di Eropa ini menunjukkan komitmen besar untuk menuju ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan. Meskipun menuai kritik, keberhasilan proyek ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi biaya energi yang lebih rendah maupun dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Kerja sama antarnegara Eropa diharapkan menjadi contoh bagi dunia dalam hal transisi energi yang lebih hijau dan efisien. Demikian informasi seputar proyek PLTA raksasa di Eropa. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.