Djawanews.com - PT Arkora Hydro Tbk atau Arkora Hydro (ARKO) menatap tahun 2026 dengan keyakinan tinggi. Emiten energi terbarukan ini dinilai berpeluang melanjutkan tren pertumbuhan setelah mencatat kinerja kuat sepanjang 2025.
Dorongan utama datang dari meningkatnya produksi listrik, tambahan proyek pembangkit, serta mulai beroperasinya aset baru yang memperkuat arus kas perusahaan.
Pada 2025, Arkora Hydro (ARKO) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp343,3 miliar, naik 43,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu berjalan seiring dengan bertambahnya beban pokok pendapatan menjadi Rp253,6 miliar, terutama karena finalisasi pembangunan Proyek PLTA Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung.
Meski ada kenaikan biaya, perusahaan tetap mampu mencatat pertumbuhan laba bersih yang kuat.
Arkora Hydro (ARKO) Ditopang Produksi Listrik dan Proyek Baru
Dari sisi operasional, produksi listrik Arkora Hydro (ARKO) mencapai 151,8 MWh pada 2025 atau tumbuh 56,1 persen secara tahunan. Peningkatan ini didukung pengoperasian Proyek Yaentu dan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja operasional tersebut mendorong laba bersih perusahaan naik 52,9 persen menjadi Rp63,9 miliar, dengan margin laba bersih meningkat ke level 18,6 persen.
Manajemen meyakini PLTA Kukusan 2 yang mulai beroperasi pada Februari 2026 akan memberi kontribusi positif terhadap pendapatan tahun ini. Pembangkit dengan kapasitas 5,4 MW itu menjadi salah satu penopang baru, apalagi listriknya diserap oleh PLN sebagai pembeli tunggal.
Selain Kukusan 2, Arkora Hydro (ARKO) juga mempercepat pembangunan PLTA Tomoni berkapasitas 10 MW di Luwu Timur. Hingga 2025, progres konstruksinya telah mencapai 58,8 persen. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan diperkirakan menjadi pendorong kinerja pada tahun berikutnya.
Perusahaan juga telah mengantongi perjanjian jual beli listrik untuk Proyek PLTA Pongbembe berkapasitas 20 MW. Proyek ini menambah ruang pertumbuhan jangka panjang ARKO di tengah tren transisi energi nasional.
Meski prospeknya cerah, tantangan tetap ada, mulai dari kenaikan belanja modal, risiko keterlambatan konstruksi, hingga fluktuasi debit air. Karena itu, ketepatan waktu proyek dan efisiensi operasional akan menjadi kunci agar ekspansi Arkora Hydro (ARKO) benar-benar berbuah pada kinerja.
Dengan pendapatan dan laba yang tumbuh, serta tambahan proyek PLTA baru, Arkora Hydro (ARKO) memiliki peluang besar menjaga momentum positif pada 2026. Di tengah kebutuhan energi bersih yang terus meningkat, ARKO berada di jalur yang menjanjikan untuk memperkuat posisinya sebagai emiten energi terbarukan yang terus berkembang.
Demikian informasi seputar perkembangan Arkora Hydro (ARKO). Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.