Djawanews.com - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus berkomitmen untuk meningkatkan bauran energi bersih dalam sektor ketenagalistrikan. Pada tahun 2025, bauran energi baru dan terbarukan (EBT) untuk ketenagalistrikan tercatat mencapai 16,3 persen, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang hanya sebesar 15,9 persen.
Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, angka ini menunjukkan pencapaian signifikan dalam transisi energi bersih Indonesia.
Meski begitu, ketika dihitung secara keseluruhan, termasuk biodiesel, bauran EBT Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 15,75 persen, naik 1,1 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencapai 14,65 persen.
Pada tahun 2026, pelaksanaan pembangkit EBT seperti PLTA Merangin dan PLTA Batang Toru diproyeksikan akan mendorong angka bauran EBT Indonesia lebih tinggi lagi, menuju target yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) sektor energi, yaitu 17 persen.
Capaian Bauran Energi Bersih Indonesia 2025: Tumbuh Signifikan Meski Dominasi Energi Fosil
Pada tahun 2025, sektor ketenagalistrikan Indonesia mengalami tambahan kapasitas pembangkit EBT yang signifikan, mencapai 7 GW. Kapasitas terpasang pembangkit EBT pada Desember 2025 tercatat sebesar 15.630 MW, yang merupakan penambahan terbesar dalam lima tahun terakhir.
Namun, penambahan ini masih didominasi oleh pembangkit berbasis energi fosil seperti batu bara dan gas, yang masih menguasai 90 persen dari total kapasitas terpasang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa meskipun ada peningkatan besar dalam kapasitas EBT, dominasi energi fosil menyebabkan persentase bauran EBT secara keseluruhan masih relatif rendah.
Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih fokus untuk mempercepat transisi ke energi bersih dengan mendongkrak pembangkit EBT di tahun 2026.
Bauran energi bersih di Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan dengan capaian 16,3 persen di sektor ketenagalistrikan pada 2025. Meskipun masih ada tantangan dalam menggantikan pembangkit berbasis fosil, sektor EBT menunjukkan potensi besar untuk mendukung keberlanjutan energi Indonesia ke depan.
Dengan adanya pembangkit baru dan dukungan kebijakan yang tepat, target bauran energi bersih sebesar 17 persen di tahun 2026 diharapkan dapat tercapai.
Demikian informasi seputar Bauran energi bersih di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.