Djawanews.com – Tagar #SulutMenangis trending topic di Twitter pada Sabtu, 30 Oktober kemarin. Rupanya hal tersebut merupakan buntut kasus penembakan di area PT. BDL kemarin.
Ternyata tagar #SulutMenangis ini menggema terkait dengan kasus kematian seorang warga Desa Toruakat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.
Sejumlah netizen mengunggah foto spanduk bernada meminta keadilan untuk warga yang diduga telah dihabisi nyawannya oleh oknum dari salah satu perusahaan pertambangan.
Foto-foto aksi warga turun ke jalan pun turut meramaikan tagar #SulutMenangis di Twitter. Adapula yang menunggah foto poster bertuliskan “Tangkap dan hukum mati pemilik PT. BDL”.
Salah satu netizen juga tak lupa untuk mention akun Twitter Polda Sulut, Humas Polri, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, hingga akun Presiden Jokowi.
Salah satu netizen bernama Chusnul Chatimah (@ChusnulCH_) yang meminta agar pihak berwenang menyelesaikan kasus yang kini masih belum tuntas.
“Bertahun2 menambang tak berizin, tak tersentuh. Sdh dilarang dan disidak @GakkumKLHK, masih menambang. Terakhir sewa preman dan membunuh warga, juga tak tersentuh. Negara apa ini, aparat kemana?
@ListyoSigitP
@DivHumas_Polri
@poldasulut_
Masih Adakah Keadilan.
#SulutMenangis”
Dia juga menyertakan foto aksi sejumlah warga yang membawa poster yang menuntut agar kasus tersebut dituntaskan segera.
Kasus Kematian Warga Desa Toruakat Hingga Trending Tagar #SulutMenangis
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan kasus kematian warga Desa Toruakat tersebut bermula dari aksi pemasangan patok batas wilayah di perkebunan Bolingongot oleh masyarakat Desa Toruakat, Senin, 27 Agustus 2021.
Diketahui, lokasi tersebut merupakan titik penambangan milik PT. Bulawan Daya Lestari (BDL).
Kejadian tersebut diduga melibatkan antara penjaga lokasi PT. BDL dengan masyarakat Desa Toruakat, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dilaporkan ada 5 korban dalam konflik tersebut. 4 korban mengalami luka-luka dan 1 korban meninggal dunia. Informasi diperoleh, korban luka-luka tersebut terdiri atas 3 penjaga lokasi PT. BDL, dan 1 warga Desa Toruakat. Sedangkan 1 korban yang meninggal dunia merupakan warga Desa Toruakat.
Tak lama kemudian, tersangka KK alias Kaloh yang sebelumnya buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kini telah menyerahkan diri kepada Polda Sulut.
Dia diduga terlibat dalam kasus pembunuhan dengan menggunakan senapan angin dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin di lokasi PT. BDL Bolmong.
Kasubdit Jatanras, AKBP Beny Ansiga mengatakan KK sudah diperiksa dan kini ditahan di Rutan Mapolda Sulut. Pihaknya pun kini terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Jadi tagar #SulutMenangis merupakan bentuk keprihatinan masyarakat terhadap gerak pemerintah dan aparat kepolisian yang tidak tegas dan gerak cepat. Sebelumnya masalah kasus kematian tersebut diduga melibatkan oknum intelektual.
Untuk mendapatkan warta harian terbaru lainya, ikuti portal berita Djawanews dan akun Instagram Djawanews.