Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia dinilai dapat berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kemandirian energi melalui pengembangan sumber energi domestik yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah menuju transisi energi tidak hanya penting bagi stabilitas ekonomi, tetapi juga bagi keamanan energi dalam jangka panjang.
Dalam wawancara dengan Bloomberg yang dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 3 persen.
Ia menilai aturan tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan pengelolaan keuangan negara tetap sehat. Pemerintah hanya akan mempertimbangkan perubahan aturan tersebut jika terjadi kondisi darurat besar seperti pandemi global.
Transisi Energi Terbarukan Jadi Agenda Strategis Nasional
Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain karena memiliki sumber energi domestik yang cukup beragam. Minyak sawit, batu bara, serta potensi energi baru menjadi modal penting dalam menghadapi ketidakpastian pasar energi global.
Pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan seperti panas bumi, tenaga surya, tenaga air, dan biofuel. Sumber energi tersebut diharapkan menjadi pilar utama dalam mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia.
Menurut Prabowo, jika proses transisi ini berjalan dengan baik dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia berpotensi menjadi negara yang jauh lebih efisien dalam penggunaan energi.
Ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri pun dapat ditekan secara signifikan. Hal ini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Langkah percepatan transisi energi juga dinilai penting untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan serta mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.
Krisis global menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Dengan memanfaatkan potensi energi domestik seperti panas bumi, tenaga surya, dan biofuel, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor, serta membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Demikian informasi seputar percepatan transisi energi terbarukan. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.