Djawanews.com - Kualitas udara di DKI Jakarta dinilai sangat buruk dan tinggi polusi. Menurut sebuah studi, polusi udara yang terjadi di sebuah kota sama burukya dengan asap 150 batang rokok selama setahun.
Buruknya kualitas udara Jakarta inilah yang membuat gugatan Koalisi Ibukota mengenai kualitas udara di DKI Jakarta dikabulkan PN Jakarta Pusat.
Seperti diketahui, tinggal di wilayah yang sangat berpolusi berdampak pada kualitas hidup seseorang. Tinggal di Jakarta disebut seperti merokok 150 batang selama setahun.
Hal ini terlihat dari kualitas udara di Jakarta yang menunjukkan angka 129 US AQI. Statusnya adalah "unhealthy for sensitive groups" atau tidak sehat untuk sekelompok orang yang sensitif.
Hal ini menjadi peringatan, seperti yang dilayangkan oleh British Heart Foundation. Polusi udara di Jakarta pun dianggap 'kegawatdaruratan kesehatan publik'.
Gawat Darurat
Analisis studi ini mengambil contoh dari beberapa daerah di London, Inggris yang sangat berpolusi. Di antaranya Newham, Westminster, Kensington, dan Chelsea, serta area Islington.
Keenam kota tersebut terdaftar sebagai wilayah yang paling buruk kondisi udaranya dengan sebaran partikel halus 2,5 PM.
Ada juga studi lain dari University of Washington, AS yang menyatakan bahwa tinggal di dekat jalanan besar sama buruknya seperti merokok 20 batang sehari.
Polusi udara ini tentu harus jadi perhatian besar bagi seluruh lapisan masyarakat. Pasalnya polusi udara sangat berpengaruh kepada kehidupan seseorang.
Salah satu penyakit yang mungkin mengintai masyarakat adalah penyakit paru-paru kronis.