Djawanews.com - PLTA Riam Kanan yang terletak di kawasan Riam Kanan, Kalimantan Selatan, sedang mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi penurunan debit air selama musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini.
Mengingat pentingnya ketersediaan air untuk produksi listrik, pengelola pembangkit, PLTA Ir PM Noor, mulai melakukan pengaturan penggunaan air sejak dini.
Manager ULPLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, menyatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan saat ini masih beroperasi normal dengan menghasilkan tiga unit turbin, masing-masing menghasilkan 5 MegaWatt. Meski demikian, perhatian utama kini difokuskan pada pengelolaan air untuk memastikan aliran air yang mencukupi ketika musim kemarau tiba.
Antisipasi Potensi Debit Turun Saat Musim Kemarau, PLTA Riam Kanan Mulai Lakukan Ini
Salah satu langkah yang diambil adalah menabung air di area bendungan untuk memastikan pasokan tetap stabil. Selain itu, pengelola juga memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan air untuk pembangkit dan kebutuhan air untuk wilayah hilir.
Reza menjelaskan bahwa kapasitas aliran air akan disesuaikan dengan kondisi Tinggi Muka Air (TMA) dan setiap perubahan pola operasi akan disampaikan kepada pihak terkait.
Menurut Widiyanto, Tim Leader Operasi PLTA Ir PM Noor, saat ini ketinggian air di bendungan masih berada dalam kategori aman dengan Tinggi Muka Air (TMA) sebesar 58,9 meter. Pemantauan terhadap kondisi ini akan dilakukan secara berkala untuk memastikan operasional pembangkit tetap berjalan dengan optimal.
Dengan strategi penyesuaian operasi dan penimbunan cadangan air, PLTA Riam Kanan berharap tetap dapat menjaga kestabilan pasokan listrik meskipun debit air berpotensi menurun saat musim kemarau. Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kerja PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
PLTA Riam Kanan berkomitmen untuk menjaga kestabilan pasokan listrik selama musim kemarau dengan pengelolaan air yang cermat. Langkah-langkah proaktif seperti penimbunan cadangan air dan penyesuaian kapasitas aliran air merupakan bagian dari strategi untuk mengantisipasi potensi penurunan debit air.
Dengan pemantauan rutin dan koordinasi yang baik, diharapkan operasional pembangkit tetap optimal, menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Demikian informasi seputar PLTA Riam Kanan. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.