Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Musuh Lama Muncul Sebagai Pembawa Obor, India Tegas Boikot Olimpiade Beijing 2022
Qi Fabao saat membawa obor Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 (Twitter/@globaltimesnews)

Musuh Lama Muncul Sebagai Pembawa Obor, India Tegas Boikot Olimpiade Beijing 2022

MS Hadi
MS Hadi 05 Februari 2022 at 05:55pm

Djawanews.com – India mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Hal itu dilakukan karena seorang komandan yang terlibat dalam bentrokan perbatasan tahun 2020 antara kedua negara, menjadi salah satu pembawa obor Olimpiade.

Keputusan tersebut dipicu setelah gambar menunjukkan komandan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Qi Fabao dihormati sebagai salah satu dari sekitar 1.200 orang yang membawa obor Olimpiade saat bergerak melintasi zona kompetisi Olimpiade menjelang penyalaan kuali Olimpiade Jumat malam.

"Sangat disesalkan bahwa pihak China telah memilih untuk mempolitisasi acara seperti Olimpiade," Arindam Bagchi, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi, mengutip CNN 4 Februari.

Qi Fabao, seorang komandan resimen Komando Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Xinjiang, yang mengalami cedera kepala serius dalam bentrokan tentara China dengan India di perbatasan Lembah Galwan pada 15 Juni 2020

Bentrokan itu terjadi dengan tentara di kedua sisi menggunakan tongkat, batu dan tiang bambu paku dalam bentrokan perbatasan paling mematikan antara dua tetangga bersenjata nuklir dalam lebih dari 40 tahun.

Kedua belah pihak menuduh satu sama lain telah melampaui batas de facto, Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC) yang membentang di sepanjang sektor barat Lembah Galwan.

Mengutip The Star dari SCMP 10 Desember 2021, Letnan Kolonel Qi Fabao yang telah sembuh dari lukanya akibar bentrokan tersebut, menyatakan siap kembali bertugas lagi.

"Saya siap untuk kembali ke medan perang dan bertarung lagi," katanya.

Bentrokan di pegunungan tandus antara Aksai Chin yang dikuasai China dan Ladakh Timur yang dikuasai India adalah konflik terburuk antara kedua negara dalam beberapa dasawarsa.

Bentrokan merenggut nyawa komandan batalion China Chen Hongjun, beserta tiga anggotanya, Chen Xiangrong, Xiao Siyuan dan Wang Zhuora. Sementara di pihak India disebutkan sekitar 20 tentara tewas, termasuk Kolonel Santosh Babu.

Baca Juga:
  • Jokowi Harap Bonus Apresiasi Bisa Memotivasi Para Atlet untuk Tingkatkan Prestasi
  • Presiden Jokowi Beri Bonus Rp250 Juta untuk Atlet Tak Dapat Medali Olimpiade
  • Presiden Jokowi Lepas Tim Olimpiade Paris 2024, Berharap Merah Putih Berkibar di Arena

Pihak China mengatakan bentrokan dimulai ketika Qi dan tentaranya 'disergap' oleh tentara India, ketika mereka menyeberangi sungai setinggi pinggang untuk bernegosiasi tentang pelanggaran perbatasan. Namun, pihak India menyalahkan pertempuran itu pada PLA yang melewati batas dan melakukan provokasi.

Setelah Qi diselamatkan, diangkut dengan helikopter dan akhirnya dibawa ke rumah sakit di Chongqing, dia menjalani beberapa operasi besar, menurut laporan itu. Qi juga dikatakan sempat koma akibat peristiwa tersebut.

Insiden itu secara serius merusak hubungan diplomatik China-India dan memicu konfrontasi militer antara dua tetangga bertenaga nuklir itu, yang memiliki perbatasan yang disengketakan yang membentang ribuan kilometer melalui Himalaya.

"Jika pasukan diibaratkan dengan pedang yang tajam, maka keberanian dan kejujuran prajurit adalah bilah pedang. Kami tidak takut berkorban, dan kami selalu berpegang pada keyakinan bahwa kami lebih baik mengorbankan hidup kami daripada kehilangan satu inci dari wilayah kami," ujar Qi saat menghadiri pertemuan elite militer tingkat tinggi China tahun lalu, mengutip Global Times 11 Juni.

Pada Bulan Juni tahun lalu, Presiden China Xi Jinping mengeluarkan Medali 1 Juli, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada anggota Partai Komunis, secara anumerta kepada Chen Hongjun, yang istrinya melahirkan seorang putra empat bulan setelah kematiannya. Sementara tiga prajurit secara anumerta diberikan penghargaan jasa kelas satu.

Ada pun India juga memberikan penghargaan untuk pahlawannya. Di mana secara anumerta menganugerahkan kepada Kolonel Santosh Babu kehormatan militer tertinggi kedua, Maha Vir Chakra, karena memerangi China 'sampai nafas terakhirnya.'

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#India#china#obor olimpiade#india boikot olimpiade#Qi Fabao#XI JINPING#Maha Vir Chakra

Berita Terkait

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Saiful Ardianto 16 Mar 2026 12:03
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22
  • Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
    Berita Hari Ini

    Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

    Djawanews.com - Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu kewaspadaan banyak negara Asia. Sejumlah pemerintah menempuh langkah cepat, mulai dari pembatasan ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!
    Berita Hari Ini

    Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!

    Saiful Ardianto 11 Mar 2026 16:12
  • PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!
    Berita Hari Ini

    PLTA Batangtoru Tunjukkan Pentingnya Ekosistem bagi Energi Terbarukan, Ini Buktinya!

    Saiful Ardianto 10 Mar 2026 17:06

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!
Berita Hari Ini

1

Batu bara Indonesia di Tengah Krisis Energi Global dan Ancaman Pasokan Domestik: Gini Penjelasannya!

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
Berita Hari Ini

2

Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
Berita Hari Ini

3

Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
Berita Hari Ini

4

PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
Berita Hari Ini

5

Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up