Djawanews.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memastikan anak-anak di panti asuhan akan menjadi bagian penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Iya pasti dapat (anak panti asuhan makanan bergizi gratis)," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana kepada VOI.
Meski saat ini data anak panti asuhan belum terdata oleh BGN, mereka akan masuk dalam target 82,9 juta penerima manfaat.
"Selama ini belum terdata (anak-anak panti asuhan). Karena panti asuhan anak-anak pantinya masuk ke kelompok sekolah penerima manfaat seperti Paud, TK, SD, MI," jelas Dadan.
Dalam mendukung target program MBG, BGN bersama Polri Pejaten, Pasar Minggu menggelar acara peresmian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin, 17 Maret.
Dadan yang menghadiri peresmian tersebut menuturkan, sampai saat ini sudah terdapat kisaran 1.000 SPPG se-Indonesia dan ditargetkan akhir tahun 2025 sudah terealisasi 3 juta kelompok sasaran penerima manfaat.
"Dalam hal ini, launching operasional SPPG Polri Pejaten ini juga menjadi salah satu bentuk percepatan dalam pemenuhan gizi anak melalui program makan gizi gratis," katanya.
Polri lanjut Dadan, juga akan membuat target 542 SPPG bahkan diharapkan bisa lebih dari 1.000 unit. "Untuk pengawasan, semua orang berhak mengawasi," ucapnya.
Sementara itu, Kapolri Jendreral Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, untuk awal ini, SPPG Polri dibangun sebanyak 20 unit. "Empat SPPG di tingkat mabes dan 16 tingkat polda (prioritas). Tentu hal ini akan terus dikembangkan pada bulan Mei dan seterusnya. Kita juga menyiapkan hidroponik untuk mendukung supply untuk memenuhi kebutuhan bahan baku," ucapnya.