Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Kaum Sodom Musnah Dihantam Hujan Batu Asteroid, Begini Penjelasan Arkeolog
Ilustrasi (express.co.uk)

Kaum Sodom Musnah Dihantam Hujan Batu Asteroid, Begini Penjelasan Arkeolog

Fajar Prasetyo
Fajar Prasetyo 22 September 2021 at 07:54pm

Djawanews.com - Dalam kisah Nabi Luth AS, Kota Sodom dimusnahkan dengan azab dari Allah SWT. Kota itu hancur karena hujan batu yang belakangan ini baru terbukti kebenarannya, sesuai temuan para arkeolog.

Berdasarkan penggalian tim arkeolog, peristiwa ledakan udara dari asteorid yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi ribuan tahun lalu menyebabkan kehancuran peradaban di dekat Laut Mati, Yordania. Hal ini menunjukkan bahwa hujan batu itu adalah asteorid.

Pembuktian ini memerlukan waktu hingga 15 tahun. Penggaliannya melibatkan ratusan orang dan analisis terperinci oleh lebih dari 20 ilmuwan dari beberapa negara seperti AS, Kanada, dan Republik Ceko.

Peneliti dan arkeolog menggambarkan adanya badai api hebat yang menghancurkan seisi kota kuno yang kini disebut Tall el-Hammam. Berdasarkan penggalian itu, ditemukan bukti-bukti seperti lapisan arang, abu, hingga bata lumpur dan tembikar yang meleleh setebal 1,5 meter.

Eksperimen dengan tungku laboratorium menunjukkan bahwa tembikar yang dan batu bata lumpur mencair pada suhu di atas 1.500 derajat Celcius. Suhu ini sangat panas untuk melelehkan mobil dalam beberapa menit saja.

Dihantam Asteroid

Kaum Sodom
Lokasi Kota Sodom di kawasan Laut Mati (sciencealert.com)

Tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi karena tak ada catatan apa pun yang berkaitan. Namun lapisan 150 cm itu bukan disebabkan oleh gunung berapi, gempa bumi, atau peperangan. Tak satu pun dari mereka yang mampu melelehkan logam, batu bata lumpur, dan tembikar. Satu-satunya proses alami yang tersisa adalah dampak kosmik dari luar angkasa.

Untuk mengetahui kemungkinan peristiwa tersebut, tim peneliti menggunakan Online Impact Calculator untuk membuat model skenario sesuai dengan bukti. Kalkulator ini memungkinkan peneliti memperkirakan banyak detail dari peristiwa tumbukan kosmik, berdasarkan peristiwa tumbukan, dan ledakan nuklir yang diketahui.

Hasil dari perhitungan ini menunjukkan sepertinya Tall el-Hammam kedatangan asteroid. Batuan luar angkasa itu mirip dengan asteroid yang merobohkan 80 juta pohon di Tunguska, Rusia pada tahun 1908, dan kawah Chicxulub yang memicu kepunahan dinosaurus.

Baca Juga:
  • Motivasi Religi: Cara Melakukan Tobat Agar Diterima Allah SWT
  • Mudik 2023: Prediksi dan Panduan Hindari Kemacetan
  • Beneran atau Bohongan? 8 Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Kesurupan Sungguhan

Dalam berbagai penelitian sebelumnya, Tall el-Hammam yang menjadi tempat peristiwa diazabnya umat Nabi Luth ini adalah Kota Sodom. Lokasinya berada di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Laut Mati alias Danau Luth yang terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania.

Tall el-Hammam sendiri adalah sebuah kota dari Zaman Perunggu. Menurut para ilmuwan, Tall el-Hammam adalah sebuah negara-kota di wilayah yang dinamai Middle Ghor.

Wilayah itu telah dihuni selama 2.500 tahun dan dilindungi oleh tembok setebal 30 meter. Tinggi temboknya 15 meter dan membentang sepanjang 2,5 kilometer. Meski begitu, tembok yang kokoh itu hancur setelah dihantam asteroid. Gelombang dari ledakan jatuhnya asteroid pun menyapu bersih kawasan tersebut.

Para arkeolog menyebut ledakan meteor itu telah memicu gelombang panas yang kuat. Gelombang panas menghancurkan Kota Sodom dan area 500 kilometer persegi, hampir seluas Kota Jakarta. Area bekas ledakan itu tak ditinggali lagi oleh manusia hingga 700 tahun setelah peristiwa besar tersebut.

Bagikan:
#kaum sodom#hujan batu#kisah nabi luth#diazab allah swt#arkeolog#Asteroid

Berita Terkait

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
    Berita Hari Ini

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

    Djawanews - Kawasan hutan dan ekosistem lingkungan hidup memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekologis, mitigasi perubahan iklim, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Dukung Kebijakan
    Berita Hari Ini

    Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

    Saiful Ardianto 18 Oct 2026 14:17
  • Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
    Berita Hari Ini

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

    Saiful Ardianto 15 Oct 2026 19:39
  • Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
    Berita Hari Ini

    Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

    Djawanews.com - Investasi Geotermal Gunung Ungaran di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4–5 triliun. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
    Berita Hari Ini

    Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

    Saiful Ardianto 12 Oct 2026 19:13
  • Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Saiful Ardianto 10 Oct 2026 19:46

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Dukung Kebijakan
Berita Hari Ini

1

Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
Berita Hari Ini

2

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up