Djawanews.com - Investasi Rio Tinto senilai US$1,9 miliar diumumkan untuk mengembangkan proyek bauksit Kangwinan di Queensland, Australia, pada 23 Oktober 2026. Ekspansi ini bertujuan memperkuat pasokan bahan baku aluminium sekaligus memperpanjang umur operasi pertambangan Weipa.
Produksi pertama ditargetkan berlangsung pada 2029, sedangkan kapasitas penuh diperkirakan tercapai pada 2032. Pengembangan Kangwinan menjadi langkah strategis Rio Tinto untuk mempertahankan produksi bauksit ketika sejumlah tambang lama mendekati akhir masa operasionalnya.
Fakta Utama Investasi Rio Tinto
|
Indikator |
Keterangan |
|
Perusahaan |
Rio Tinto |
|
Nilai investasi |
US$1,9 miliar |
|
Nama proyek |
Kangwinan |
|
Lokasi |
Queensland, Australia |
|
Tambahan kapasitas |
20 juta ton per tahun |
|
Target produksi pertama |
2029 |
|
Target produksi penuh |
2032 |
|
Kapasitas Weipa setelah ekspansi |
Sekitar 44 juta ton per tahun |
|
Estimasi IRR proyek |
22% |
|
Lapangan kerja konstruksi |
Lebih dari 1.300 |
Investasi Rio Tinto Tingkatkan Kapasitas Bauksit Weipa
Berdasarkan pengumuman resmi Rio Tinto, proyek Kangwinan akan menambah kapasitas produksi bauksit sebesar 20 juta ton per tahun. Tambang tersebut dipersiapkan untuk menggantikan produksi Andoom yang menua sekaligus mengimbangi rencana penghentian operasi Gove pada 2029.
Setelah ekspansi selesai, kapasitas tahunan Weipa diperkirakan meningkat menjadi sekitar 44 juta ton. Sebagai perbandingan, produksi saat ini mencapai sekitar 38 juta ton per tahun.
Pengembangan juga mencakup pembangunan konveyor sepanjang 15 kilometer yang menghubungkan Kangwinan dengan fasilitas penyimpanan dan dermaga Amrun. Infrastruktur dermaga akan diperluas untuk mengakomodasi kapal berukuran lebih besar sehingga distribusi bauksit menjadi lebih efisien.
Rio Tinto memperkirakan proyek menghasilkan internal rate of return (IRR) sekitar 22% berdasarkan proyeksi pasar pihak ketiga. Meski demikian, angka tersebut merupakan estimasi pengembalian proyek, bukan jaminan keuntungan investasi saham.
Dampak Investasi Rio Tinto terhadap Pekerjaan dan Saham RIO
Pembangunan Kangwinan diperkirakan meningkat intensitasnya mulai 2027 dan mendukung lebih dari 1.300 pekerjaan konstruksi. Proyek ini juga diharapkan mempertahankan sekitar 1.500 tenaga kerja Rio Tinto yang tinggal di kawasan Western Cape York.
Selain Kangwinan, Rio Tinto merencanakan akuisisi proyek bauksit Aurukun dari Glencore dan Mitsubishi, yang masih membutuhkan persetujuan pemerintah. Pengembangan tersebut berpotensi memperpanjang kegiatan pertambangan Weipa hingga melewati pertengahan abad ini.
Dari sisi pasar modal, data Pluang pada 23 Oktober 2026 pukul 14.11 WIB menunjukkan saham Rio Tinto (RIO) diperdagangkan pada US$84,40, naik 0,31% secara harian.
Harga tersebut berada dalam rentang 52 minggu US$67,89–US$112,04, dengan imbal hasil dividen tercatat sebesar 5,35%.
Walaupun ekspansi memperkuat prospek operasional, pergerakan saham RIO tetap dipengaruhi harga komoditas, kondisi pasar global, dan keberhasilan pelaksanaan proyek.
Investasi Rio Tinto sebesar US$1,9 miliar menunjukkan komitmen perusahaan dalam mempertahankan produksi bauksit jangka panjang. Proyek Kangwinan berpotensi memperkuat kapasitas Weipa dan mendukung perekonomian Queensland, meskipun realisasinya tetap bergantung pada perkembangan konstruksi dan kondisi pasar aluminium.
Demikian informasi seputar investasi Rio Tinto. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.