Djawanews.com - Eropa semakin berkomitmen untuk mempercepat pengembangan energi angin sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Negara-negara peserta KTT Laut Utara yang berlangsung di Hamburg, Jerman, baru-baru ini sepakat untuk mempercepat pengembangan energi angin lepas pantai dan meningkatkan koordinasi infrastruktur energi di wilayah Laut Utara.
Menteri energi dari sembilan negara, termasuk Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Irlandia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, dan Inggris, menandatangani deklarasi penting yang menargetkan pengembangan 100 gigawatt energi angin lepas pantai pada tahun 2050.
Kesepakatan itu diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi Eropa dan pengurangan emisi karbon, yang menjadi agenda utama bagi Uni Eropa dalam mendukung transisi energi bersih.
Eropa Fokus Pada Pengembangan Energi Angin Lewat Kerja Sama Infrastruktur Laut Utara
Dalam deklarasi tersebut, negara-negara yang terlibat juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam merencanakan dan membangun infrastruktur energi lepas pantai, dengan tujuan untuk mengurangi biaya dan mempercepat pembangunan.
Penguatan pasokan energi Eropa menjadi fokus utama, mengingat potensi besar yang dimiliki Laut Utara sebagai sumber energi terbarukan yang sangat menjanjikan.
Selain itu, pemerintah Belanda pada Juni 2024 juga mengalokasikan lebih dari 41 juta euro (sekitar Rp815,4 miliar) untuk melindungi infrastruktur dan meningkatkan keamanan di Laut Utara.
Keputusan itu merupakan langkah penting untuk menjaga kelangsungan dan keselamatan infrastruktur vital di wilayah tersebut, seperti pipa dan kabel data, yang dapat menjadi sasaran sabotase.
Dengan komitmen ini, Eropa menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi angin lepas pantai, yang diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama bagi masa depan energi terbarukan di kawasan tersebut.
Komitmen negara-negara Eropa untuk mempercepat pengembangan energi angin lepas pantai menandai langkah signifikan dalam transisi menuju energi bersih.
Dengan target ambisius 100 gigawatt energi angin pada 2050, kerja sama antar negara di Laut Utara diharapkan dapat memperkuat pasokan energi terbarukan di Eropa. Investasi dalam perlindungan infrastruktur dan peningkatan keamanan juga menjadi prioritas untuk menjaga keberlanjutan proyek energi ini di masa depan.
Demikian informasi seputar pengembangan energi angin di Eropa. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.