Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Relationship
Psikolog Klinis: Komunikasi Kolaboratif Jadikan Hubungan Lebih Baik
Ilustrasi komunikasi kolaboratif dalam hubungan percintaan (Freepik/Tirachardz)

Psikolog Klinis: Komunikasi Kolaboratif Jadikan Hubungan Lebih Baik

MS Hadi
MS Hadi 30 Juli 2022 at 12:29pm

Djawanews.com – Komunikasi kolaboratif didefinisikn sebagai metode pertukaran informasi yang membantu orang bekerja mencapai tujuan bersama. Jenis komunikasi ini kerap digunakan dalam konteks budaya ataupun kerja tim. Metode komunikasi ini, tidak hanya bermanfaat dalam aspek bisnis tetapi juga hubungan percintaan lho.

Lisa Firestone, Ph.D., seorang psikolog klinis, menunjukkan bahwa pasangan yang mempraktikkan komunikasi kolaboratif mengalami kepuasan hubungan yang lebih menyeluruh.

Komunikasi kolaboratif, dilansir Psychology Today, tidak hanya mengacu pada kata-kata yang diucapkan mulut. Tetapi juga melibatkan nada, ekspresi, sinyal tubuh, dan lain sebagainya. Sebagian besar, bahkan tak menyadari bahwa komunikasi non berbal juga menyampaikan pesan. Dalam enam poin, Firestone mengungkap teknik khusus mengenai komunikasi kolaboratif.

  1. Jadi pendengar lebih baik, lebih selaras, dan tidak selalu defensif

Karena berada dalam satu tim, Anda dan pasangan harus melatih keterampilan dalam mendengarkan. Menyetel, menyelaraskan, dan mendengarkan tanpa menyela akan lebih baik. Bukan berarti kita selalu setuju dengan semua yang pasangan katakan, tetapi tujuannya adalah memahami bagaimana menempatkan diri dan berempati dengan pengalaman pasangan. Ini merupakan bagian dari menciptakan pemahaman bersama.

Baca Juga:
  • Kenali 7 Tanda Hubungan Tidak Setara dan Cara Mengatasinya
  • 6 Cara Komunikasi Efektif untuk Hubungan yang Lebih Harmonis
  • 6 Ciri Hubungan yang Sehat Keluarga, Salah Satunya Menghormati Batasan

  1. Memisahkan masa lalu dari masa sekarang

Ketika terlalu emosional atau defensif, seseorang perlu memberi jeda dalam memberikan reaksi. Kadang, ketika terdorong oleh rasa putus asa, jadi terprovokasi untuk tidak mendengarkan secara utuh. Nah, pemahaman ternyata berkaitan dengan lensa masa lalu dan perasaan besar yang muncul dari dalam diri. Semakin mengenal pemicu dalam memberi respons, semakin kita bisa menahan diri untuk tidak menumpahkan gelombang emosional secara agresif. Pesan Firestone, daripada membabi buta memberi reaksi, lebih baik mencoba berhati-hati dalam menanggapi.

  1. Mengekspresikan diri dengan cara yang paling dimengerti

Kadang, seseorang pilih diam dalam mengekspresikan diri dan kurang bisa dipahami. Tak jarang juga merasa perlu melindungi diri sehingga mengekspresikan diri dengan bahasa yang defensif dan agresif. Padahal, dalam komunikasi kolaboratif perlu fokus dalam mengekspresikan bagaimana kita berpikir dan merasa tanpa menyalahkan orang lain.

  1. Memperbaiki setelah putus komunikasi

Setiap orang membuat kesalahan dan memiliki saat-saat ketika tidak dalam kondisi terbaik dengan orang-orang yang paling kita sayangi. Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk kembali ke tim yang sama adalah dengan memperbaiki. Akui apa yang terjadi, terima tanggung jawab, dan coba menemukan cara seimbang untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, keinginan, atau kebutuhan.

  1. Memberi respons yang bersifat mendekatkan

Dalam komunikasi kolaboratif, intinya tidak menganggap segala sesuatu sebagai kesalahan atau tanggung jawab kita. Bukan berarti menutupi kesalahan pasangan, tetapi lebih pada masing-masing punya peran dalam mengekspresikan diri, didengarkan, dilihat, dan diselaraskan.

Ketika terlalu emosional, ambilah jeda untuk menenangkan diri. Kemudian bersikap terbuka dan mengekspresikan perspektif diri. Kemudian tumbuhkan pola pikir yang sama pada pasangan Anda. saat melakukan ini, akan membantu pasangan lebih dekat tetapi tidak membuat salah satu atau yang lain bersalah.

  1. Berkomunikasi dengan lebih efektif

Komunikasi akan berjalan lancar ketika dalam kondisi tenang. Pada saat merasa rentan dan terlalu emosional, seseorang cenderung bereaksi dengan cara yang nanti akan disesali. Bahkan bisa jadi tak adil. Jadi, cobalah luangkan waktu lima menit untuk mengambil jeda dan mendekati pasangan untuk berkomunikasi secara lebih efektif ketika sudah tenang.

Bagikan:
#relationship#djawanews#Psikologi#Komunikasi#komunikasi kolaboratif#cinta#Lisa Firestone

Berita Terkait

    Kenali 7 Tanda Hubungan Tidak Setara dan Cara Mengatasinya
    Relationship

    Kenali 7 Tanda Hubungan Tidak Setara dan Cara Mengatasinya

    Djawanews.com – Hubungan yang sehat seharusnya dilandasi oleh rasa saling menghargai, mendukung, dan keterlibatan kedua belah pihak dalam berbagai aspek. Namun, tak jarang hubungan justru menjadi tidak ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • 6 Cara Komunikasi Efektif untuk Hubungan yang Lebih Harmonis
    Relationship

    6 Cara Komunikasi Efektif untuk Hubungan yang Lebih Harmonis

    MS Hadi 06 Jul 2025 08:36
  • 6 Ciri Hubungan yang Sehat Keluarga, Salah Satunya Menghormati Batasan
    Relationship

    6 Ciri Hubungan yang Sehat Keluarga, Salah Satunya Menghormati Batasan

    MS Hadi 07 Jun 2025 10:26
  • Wajar tapi Tak Boleh Dibiarkan, Ini Cara Mengatasi Rasa Cemburu setelah Perceraian
    Relationship

    Wajar tapi Tak Boleh Dibiarkan, Ini Cara Mengatasi Rasa Cemburu setelah Perceraian

    Djawanews.com – Rasa cemburu yang muncul setelah perceraian adalah respons emosional yang wajar, terutama ketika hubungan berakhir dengan cara yang tidak menyenangkan atau ketika masih ada perasaan ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Kurang Perhatian dalam Hubungan dengan Pasangan? Ini 8 Dampak Negatifnya
    Relationship

    Kurang Perhatian dalam Hubungan dengan Pasangan? Ini 8 Dampak Negatifnya

    MS Hadi 26 Apr 2025 16:06
  • 6 Tanda Sang Kekasih Benar-benar Berkomitmen dalam Hubungan
    Relationship

    6 Tanda Sang Kekasih Benar-benar Berkomitmen dalam Hubungan

    MS Hadi 19 Apr 2025 14:11

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up