Djawanews.com – Kamu mungkin pernah berandai-andai bertemu dengan idol K-Pop. Kemudian kamu bermimpi kalian saling suka atau meluangkan waktu lama untuk melihat foto-foto di Instagram pribadinya. Saat kamu melakukan itu, sebenarnya kamu sadar bahwa itu tidak mugkin. Nah, itu yang disebut dengan Parasocial relationship.
Mengenal Parasocial relationship
Mengutip Well and Good, sederhananya, istilah parasocial relationship digunakan untuk menggambarkan kondisi saat seseorang menyukai orang lain yang tidak tahu atau tidak pernah membalas komunikasinya sama sekali.
"Saya menyebut parasocial relationship 'hubungan imajinasi' karena melibatkan berkembangnya perasaan terhadap orang yang tak punya kontak langsungnya, seperti selebritas, atlet, musisi, tokoh publik, atau karakter fiksi," kata terapis pernikahan dan keluarga, Emily Simonian M.A., LMFT.
Sementara itu, psikoterapis dari Inggris, Hannah Beckett-Pratt mengatakan bahwa dampak hubungan semacam ini bisa membuat seseorang mengeluarkan energi emosional, minat, dan investasi yang cukup besar pada orang yang dia suka, sementara orang yang disuka tak melakukan hal yang sama.
Parasocial relationship bukanlah cinta yang bertepuk sebelah tangan karena kedua belah pihak sebenarnya tidak saling kenal. Kondisi ini memang membawa keuntungan lain, misalnya, kita bisa menikmati hubungan imajiner itu tanpa ada risiko penolakan. Dengan kata lain, parasocial relationship bisa saja memberikan kepuasan tersendiri kepada seseorang.
"Contohnya, sekadar terkoneksi dengan orang itu, mengisi kekosongan sosial atau romantisme dalam hidup, atau memiliki perasaan kagum yang kuat terhadap mereka,” kata Emily.
Emily dan Hannah juga sepakat bahwa merasa seolah-olah mengenal baik orang lain, seperti mengenal seorang teman, tak selalu merupakan aktivitas yang berbahaya. Namun, ada batasan yang perlu diketahui.
"Jika kamu mendapati diri dipenuhi dengan pikiran tentang orang itu, terus-menerus memeriksa media sosial atau sumber berita lain untuk mengetahui informasi tentang orang itu, dan itu mengganggu keseharian kamu, kemungkinan itu pertanda bahwa pikiran dan perasaan kamu bisa menjadi kuat," kata Emily.
Dengan kata lain, parasocial relationship menjadi tidak sehat jika sudah mendistorsi realitas kehidupan kamu. Jika sudah demikian, kamu bahkan mungkin perlu berkonsultasi dengan psikolog atau dokter.
Ingin tahu informasi mengenai relationship lainnya? Pantau terus Djawanews dan ikuti akun Instagram milik Djawanews