Djawanews.com – POM TNI AD saat ini tengah mendalami motif Kolonel P atau Kolonel Infanteri Priyanto membuang jasad Handi dan Salsabila di Sungai Serayu. Dari pengakuan Kopral AS terungkap ternyata Kolonel P lah yang memiliki ide membuang jasad Handi dan Salsabila dari atas jembatan di Sungai Serayu.
Ada 3 oknum TNI yang terlibat dalam insiden tabrak dan buang jenazah sejoli Nagreg ini yakni Kolonel P dengan Koptu A Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko.
Tidak hanya menyuruh untuk membuang jasad korban ke sungai, Kolonel P juga memerintahkan dua kopral lainnya untuk diam dan jangan menceritakan insiden tabrak dan buang jasad sejoli Nagreg tersebut.
Menurut pengakuan Koptu A Sholeh, Kolonel P yang perintahkan untuk bawa lari jasad Handi dan Salsabila.
Ketika itu, Koptu A Sholeh yang mengemudikan mobil setelah menabrak Handi dan Salsabila. Dia menyarankan Kolonel P untuk membawa sejoli itu ke rumah sakit.
Namun Kolonel P menolak ide tersebut, malah Kolonel yang bertugas di Korem 133/NW Gorontalo ini mengambil alih kemudi mobil dan memerintahkan Koptu dan Kopda tersebut melarikan Handi dan Salsabila yang terkapar.
Belum diketahui kenapa Kolonel P memerintakan untuk melarikan dua sejoli tersebut. Kolonel P ketika itu dalam urusan ingin pulang dan bertemu dengan keluargnya di Yogyakarta.
Menurut pengakuan Kopral A Sholeh, sesampainya di Cilacap sekitar pukul 9 malam, Kolonel P perintahkan Kopda dan Koptu itu membuang kedua korban ke SUngai Serayu dari atas sebuah jembatan lho.
“Kemudian usai itu, dalam perjalanan Kolonel P mengatakan kejadian tersebut jangan diceritakan kepada siapapun untuk agar dirahasiakan,” ujar Kopda A dikutip dari Tribunnews, Senin, 27 Desember.
Selepas urusan dengan keluarganya di Yogyakarta, Kolonel P terbang ke kesatuannya di Gorontalo pada Minggu 12 Desember 2021, atau 4 hari usai membuang Handi dan Salsabila.
Ketika Kolonel P kembali ke kesatuannya di Korem 133 pun insiden itu masih dia rahasiakannya.
“Kolonel Infanteri P ini setelah kejadian kembali ke Korem 133/NWB pada 12 Desember 2021 pukul 17.15 WIB, mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo. Tapi yang bersangkutan tidak melaporkan kejadian ini kepada dansatnya, dalam hal ini Danrem 133/NWB,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIII/Merdeka, Letkol Jhonson Sitorus dalam keterangannya.
Saat ini ketiga prajurit TNI AD itu telah diperiksa lanjutan di POM TNI AD di Jakarta, setelah awalnya mereka diperiksa di Pomdam masing-masing kesatuannya.