Djawanews.com – Akademisi dan pengamat politik, Rocky Gerung mengomentari soal survei Charta Politika yang menyebut Ganjar Pranowo berpasangan dengan siapa pun akan unggul di Pilpres 2024.
“Ini surveirernya mungkin bukan Charta Politika, namun Carta Politicking,” kata Rocky Gerung, dikutip dari hops.id pada Kamis, 28 April.
Apa yang dikatakan oleh Rocky Gerung bermaksud mudah untuk dideteksi hal seperti itu karena dapat dilihat sebagi tanda dimulainya survei-survei calon Presiden seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya apa yang terjadi pada salah satu survei akan berdampak berbalik pada survei lainnya.
"Kalau Survei Jokowi melemah, pasti juga (survei) Ganjar melemah. Kan Ganjar nunggu buritan kipasan angin Jokowi kan,” ujar Rocky Gerung.
Untuk survei Presiden Republik Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi) cenderung menurun.
Rocky Gerung menganalogikan seperti ibu-ibu yang sulit memilih barang keperluan sehari-hari.
Rocky mengatakan jika survei tersebut dapat dikatakn valid jika Ganjar Pranowo berada di pihak oposisi.
"Lah orang Ganjar satu kaleng kok... Eh sorry satu kaleng, (maksudnya) satu kolam dengan Jokowi," ucap Rocky dengan nada candaan.
"Kalau kolam Jokowi kering, ya Ganjar juga gelepar-gelepar di situ kan. Ini kolam IQ ya, kolam IQ 200," sambungnya.
Ia lantas mengaku prihatin dengan adanya survei-survei semacam itu.
“Kasihan juga Pak Ganjar dimain-mainkan oleh survei hanya untuk amplopnya keluar terus. Begitu terlihat kan surveiyor lain juga lakukan antisipasi kan," sebut Rocky.
"Bahkan pasti juga ada survei dari oligarki yang melihat survei Ganjar turun menerus,” lanjutnya.
Rocky Gerung menilai adalah hal yang wajar jika sekarang ini kampanye-kampanye terkait Ganjar Pranowo sudah mulai hilang karena berpatokan dengan Jokowi yang sedang kebingungan.
“Kalau dulu kan Pak Luhut yang dibidik, mungkin ya udah Pak Luhut bisa dilepaskan dari istana. Tetapi sekarang yang dibidik bukan sekedar Pak Luhut namun keluarga Presiden Jokowi atau anak-anaknya,” tuturnya.
Sehingga, Rocky mengatakan jika Jokowi saat ini sedang berada di wilayah sasaran dari serangan politik.
"Jadi sekali lagi, nggak akan ada yang percaya pak Ganjar survei nomor satu. Dan hanya Carta Politicking yang bisa sebut seperti itu," tegasnya.