Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Sekjen PBB Sebut Kesetaraan Gender Masih Jauh dari Harapan: Butuh 300 Tahun Lagi
Sidang Komisi Status Perempuan PBB ke-67 (Twitter/@antonioguterres)

Sekjen PBB Sebut Kesetaraan Gender Masih Jauh dari Harapan: Butuh 300 Tahun Lagi

MS Hadi
MS Hadi 07 Maret 2023 at 11:52am

Djawanews.com – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kemajuan hak-hak perempuan "menghilang di depan mata kita" dan "kesetaraan gender semakin jauh".

Hal itu disampaikan oleh Guterres di depan delegasi dari 193 negara dalam sesi pembukaan Sidang Komisi Status Perempuan (CSW) ke-67, pertemuan terbesar PBB tentang pemberdayaan perempuan, Senin 6 Maret.

"Di jalur saat ini, UN Women memerlukan 300 tahun lagi," katanya, melansir The National News, Selasa 7 Maret.

"Hak-hak perempuan disalahgunakan, diancam dan dilanggar di seluruh dunia," sambungnya.

Lebih jauh, Guterres berbicara tentang pembatasan Taliban di Afghanistan, di mana "perempuan dan anak perempuan telah dihapus dari kehidupan publik".

Tanpa mengidentifikasi negara, dia menekankan bahwa di "banyak tempat, hak seksual dan reproduksi perempuan dibatalkan, sementara anak perempuan yang bersekolah berisiko menghadapi penculikan dan penyerangan".

Guterres juga tidak menyebut Iran, meskipun tindakan brutal negara itu terhadap protes yang menyerukan keadilan bagi Mahsa Amini, yang meninggal dalam tahanan polisi pada September tahun lalu.

Iran dikeluarkan dari komisi pada Bulan Desember oleh resolusi yang dipimpin AS, yang menerima 29 suara setuju dan delapan menentang, dengan 16 negara abstain.

Wakil presiden wanita pertama Iran setelah revolusi, Massoumeh Ebtekar, yang juga berpidato di Majelis Umum pada Hari Senin mengatakan, pengusiran Iran dari komisi adalah prosedur "berbahaya dan tidak pantas" yang "tidak memiliki pembenaran hukum", "didasarkan pada kebohongan dan tekanan dari kekuatan hegemoni dan hype yang diciptakan oleh media yang disewa, dengan tujuan politik murni untuk mengisolasi Iran".

"Ironi pahit dari cerita ini adalah, beberapa negara yang mendorong masalah ini memiliki jumlah wanita tertinggi yang dibunuh atau dipenjara, terutama di antara orang kulit berwarna," jelas Ebtekar.

Baca Juga:
  • Investasi Energi Bersih Global Tembus Rekor Baru, 2,2 Triliun dalam Genggaman!
  • Donald Trump Sebut Perubahan Iklim Penipuan, Lalu Pengembangan Energi Hijau Global Gimana?
  • Iran Tegaskan Komitmen pada Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir meski Putus Kerja Sama dengan IAEA

Selama sesi dua minggunya, Komisi Status Perempuan berfokus pada penutupan kesenjangan gender dalam teknologi dan inovasi.

Sekjen PBB mengatakan, topik ini sangat tepat waktu karena perempuan dan anak perempuan tertinggal saat teknologi melaju ke depan.

"Patriarki, diskriminasi, dan stereotip berbahaya selama berabad-abad telah menciptakan kesenjangan gender yang sangat besar dalam sains dan teknologi," ujarnya.

Lebih lanjut, Guterres mengatakan wanita hanya mewakili tiga persen dari pemenang hadiah Nobel di bidang tersebut.

Sementara itu, Sima Bahous, direktur eksekutif UN Women, mengatakan kesetaraan gender tidak dapat dicapai tanpa menutup kesenjangan digital.

"Kita hidup di dunia polikrisis yang membuat kemajuan semakin tidak merata, termasuk di ruang digital, menciptakan hambatan baru dan unik bagi perempuan dan anak perempuan," urainya.

Wanita Afghanistan yang berbicara melalui YouTube dan blog, lanjutnya, pintu mereka ditandai oleh Taliban, dengan banyak yang meninggalkan negara mereka demi keselamatan.

Sedangkan di Iran, banyak perempuan dan anak perempuan terus menjadi target karena mereka ikut serta dalam kampanye online, kata Bahous.

"Aktivis hak-hak perempuan tidak dapat memainkan peran mereka dalam memajukan kesetaraan jika mereka takut akan pembalasan. Mereka menjadi tidak terlihat," jelasnya.

Dia menambahkan, jika dimanfaatkan secara efektif, teknologi dan inovasi dapat menjadi 'pengubah permainan.'

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#PBB#gender#kesetaraan gender#hak perempuan#Antonio Guterres

Berita Terkait

    Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
    Berita Hari Ini

    Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

    Djawanews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit ....
    MS Hadi
    MS Hadi
  • Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi
    Berita Hari Ini

    Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi

    MS Hadi 24 Mar 2026 22:19
  • Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Saiful Ardianto 17 Mar 2026 15:24
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Djawanews.com - Gubernur Jambi Al Haris menebar sebanyak 10.000 benih ikan di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) danau Kerinci sebagai bagian dari program menjaga keseimbangan ekosistem ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22
  • Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?
    Berita Hari Ini

    Energi Nabati Sawit Jadi Opsi Indonesia di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia?

    Saiful Ardianto 12 Mar 2026 12:18

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
Berita Hari Ini

1

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up