Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Rendahnya UMR Jogja Menjadi Bulan-Bulanan Warganet

Rendahnya UMR Jogja Menjadi Bulan-Bulanan Warganet

Usman Mahendra
Usman Mahendra 28 Oktober 2021 at 12:21pm

Dilansir dari blog.netray.id: UMR Jogja kerap mencuri perhatian warganet dan menjadi perbincangan di lini sosial media. Bagaimana tidak angkanya yang terasa kecil tersebut kerap menjadi bulan-bulanan warganet. Tidak sedikit dari para pekerja atau buruh di Jogja ‘sambat’ melalui akun media sosial milik mereka. Memang, bila dibanding dengan provinsi lain Jogja menjadi salah satu wilayah dengan upah minimum terkecil. Terlebih di masa pandemi saat ini upah minimum pada tahun 2021 pun sayangnya tidak mengalami kenaikan seperti tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perekonomian Indonesia masih dalam tahap pemulihan setelah sempat terpuruk di jurang resesi.

Melalui laman lokadata, Netray menemukan grafik terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 yang bersumber dari Kemenaker. Hasilnya, DKI Jakarta masih menempati urutan tertinggi UMP 2021 dengan jumlah sebesar Rp4.4juta dan di urutan kedua ditempati oleh Papua sebesar Rp3,5 juta.

UMR Jogja
UMP 2021, Sumber: Lokadata

Sementara itu, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta justru menempati urutan terbawah UMP 2021 dengan besaran, Jawa Tengah Rp1.798.979 dan D.I Yogyakarta Rp1,765,000. Dengan jumlah UMP tersebut membuat kedua provinsi ini menempati urutan terbawah kategori UMP terendah di Indonesia. Meski hal ini dianggap menyesuaikan dengan besaran biaya hidup di wilayah tersebut. Meski demikian tidak sedikit dari warganet yang mengaku sebagai pekerja mengeluhkan jumlah gaji mereka. Mereka menilai jumlah gaji tersebut tidak sebanding dengan besaran biaya hidup.

Netray mencoba menelusuri impresi warganet terkait persoalan ini. Netray mengamati laju perbincangan warganet sejak tanggal 25 September 2021 sampai dengan 25 Oktober 2021 dengan menggunakan beberapa kata kunci, seperti umr jogja, gaji && jogja, umr yogya, jogja && upah. Simak hasil pantauan Netray sebagai berikut.

Top Complaints Topik UMR Jogja

Pada gambar di atas tampak sejumlah keluhan warganet terkait topik UMR Jogja, seperti kurang kuat, nggak naik-naik, dan beberapa keluhan lainnya. Lalu mengapa kedua keluhan ini menjadi keluhan yang populer di lini media sosial Twitter?

Ternyata keluhan tersebut berkaitan dengan dua tweet populer di atas. Menurut akun @BuruhYogyakarta salah satu faktor terbesar penyebab rendahnya UMR Jogja, yakni minimnya political will Sultan dan daya dorong serikat buruh yang masih kurang kuat. Sementara menurut akun @BayuJatiW hal ini berkaitan dengan taraf biaya hidup yang murah.

Kosa kata Populer Topik UMR Jogja

Sementara melalui gambar Top Words di atas terlihat beberapa kosakata populer terkait topik ini, seperti bayangin, pengalaman, jakarta, hidup, makan, menangis, dan beberapa kosatkata lainnya. Sejumlah kosakata ini menjadi menarik untuk melihat seperti apa opini warganet mengenai topik ini.

Gaji UMR Jogja, Warganet: Langit, Bisakah Kau Naikkan UMR Jogja

Perbincangan terkait UMR Jogja agaknya bukan merupakan topik baru di media sosial. Kota yang dikenal sebagai kota pariwisata dan kota pelajar ini pun kerap menjadi bulan-bulanan warganet yang menilai UMR tersebut tidak dapat menutupi kebutuhan hidupnya. Intensitas perbincangan warganet terkait topik ini dapat diamati melalui statistik berikut.

Statistik Report All Keywords

Pada gambar di atas tampak perbincangan warganet terkait topik ini selama periode pantauan Netray mencapai 1,296 tweets dengan didominasi tweets bersentimen negatif. Adapun jumlah impresi mencapai 430.2ribu dengan potensi jangkauan sebesar 2.4juta. Selain itu, topik seputar UMR Jogja ternyata didominasi menjadi oleh pengguna Twitter bergender laki-laki. Berikut beberapa tweet warganet.

Melalui beberapa opini warganet tampak betapa UMR Jogja dirasa sangat kecil bagi warganet. Bahkan menurut salah satu warganet gaji seorang tukang cat dapat lebih besar dari UMR Jogja. Guyonan terkait UMR Jogja menjadi akrab bagi warganet yang merasakan hal serupa. Terlebih, di masa pandemi dan perbaikan ekonomi kabarnya tidak akan ada kenaikkan UMR. Wajar saja jika kemudian isu ini diangkat menjadi salah satu tuntutan regional para buruh dalam aksi Gejayan Memanggil.

Kenaikkan upah minimum menjadi salah satu tuntutan aksi yang dilakukan dalam gerakan aliansi masyarakat Gejayan Memanggil. Hal ini pun diapresiasi oleh salah satu warganet yang menilai persoalan regional pun perlu menjadi fokus perhatian. Dilansir melalui laman Harian Jogja Pemda DIY masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait angka pertumbuhan ekonomi selama triwulan terakhir untuk menentukan Upah Minimum Provinsi (UMP) di DIY. Sebab angka pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penentuan naik dan tidaknya upah pada 2022 mendatang selain angka inflasi.

Perbincangan terkait UMR Jogja agaknya kerap menjadi bulan-bulanan warganet yang menilai angka tersebut terlalu kecil. Tak heran bila D.I Yogyakarta bahkan menempati urutan terbawah UMP pada tahun 2021. Meski kota pariwisata ini dikenal dengan tarif biaya hidup yang dikenal murah tak membuat para buruh merasa sejahtera dengan nilai yang dibayarkan pada mereka. Memang, tak semua perusahaan di Jogja membayar dengan upah minimum namun kenaikkan upah minimum tersebut juga amat sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan buruh di kota ini.

Demikian hasil pantauan Netray, simak hasil analisis lainnya melalui https://blog.netray.id/

Bagikan:
#gaji#Jogja#Kota Yogyakarta#media monitoring netray#UMR Jogja#upah#Yogyakarta

Berita Terkait

    Subsidi Energi 2026: Menjaga Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Ketegangan Global
    Berita Hari Ini

    Subsidi Energi 2026: Menjaga Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

    Djawanews.com - Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan energi di tahun 2026, terutama dengan meningkatnya ketegangan militer global. Ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dan subsidi energi 2026 ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun
    Berita Hari Ini

    PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun

    Saiful Ardianto 04 Mar 2026 13:24
  • PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol
    Berita Hari Ini

    PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol

    Saiful Ardianto 03 Mar 2026 13:20
  • PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

    Djawanews.com - PT PLN (Persero) berencana membangun PLTA Pomped Storage berkapasitas 1.000 MW di Kabupaten Pacitan. Rencana itu disampaikan dalam pertemuan jajaran PLN dengan Bupati Pacitan Indrata ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
    Berita Hari Ini

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

    Saiful Ardianto 10 Feb 2026 17:21
  • Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
    Berita Hari Ini

    Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

    Saiful Ardianto 09 Feb 2026 12:49

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol
Berita Hari Ini

1

PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol

Subsidi Energi 2026: Menjaga Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Ketegangan Global
Berita Hari Ini

2

Subsidi Energi 2026: Menjaga Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
Berita Hari Ini

3

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun
Berita Hari Ini

4

PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up