Djawanews.com - Proyek transisi energi di Indonesia kembali mendapat dorongan kuat melalui kerja sama antara Pertamina New and Renewable Energy atau Pertamina NRE dengan perusahaan energi bersih asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Suzhou, China, pada awal Januari 2026.
CEO Pertamina NRE John Anis menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air. Menurutnya, proyek transisi energi membutuhkan sinergi global agar Indonesia mampu mencapai target penurunan emisi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Kerja sama ini membuka peluang pengembangan berbagai proyek, mulai dari pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, hingga pembangkit listrik berbasis gas. Seluruh inisiatif tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem energi yang berkelanjutan dan kompetitif.
Pertamina NRE Perluas Proyek Transisi Energi Lewat Kemitraan Global
John Anis menegaskan bahwa pengalaman global GCL akan dipadukan dengan pemahaman lokal Pertamina. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Ia juga menilai proyek transisi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun model bisnis yang kuat dan berjangka panjang.
Di sisi lain, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy, Fei Zhi, melihat Indonesia sebagai pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. Ia menyebut percepatan proyek transisi energi di Indonesia sebagai momentum penting untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan.
GCL tertarik mengembangkan sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik, serta penyimpanan energi. Menurut Fei Zhi, sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan energi bersih di Indonesia.
Usai penandatanganan nota kesepahaman, delegasi Pertamina NRE meninjau langsung fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL di Suzhou. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam pengelolaan proyek.
Pertamina NRE optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi energi bersih. Proyek transisi energi yang dikembangkan bersama GCL diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia, sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional menuju target NZE 2060.
Kerja sama Pertamina NRE dan GCL China menjadi langkah nyata dalam memperkuat proyek transisi energi di Indonesia. Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan energi bersih, mempercepat penurunan emisi, dan memperkuat ketahanan energi nasional menuju NZE 2060.
Demikian informasi seputar perkembangan proyek transisi energi di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.