Djawanews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan membuka rekrutmen petugas pemadam kebakaran (damkar) baru tahun ini. Langkah ini diambil untuk mengatasi kekurangan personel yang selama ini membuat petugas bekerja ekstra.
Hal itu diungkapkan Pramono usai memimpin apel besar kesiapsiagaan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
"Kalau melihat tantangan, jumlah, keadaan yang ada, maka saya akan membuka ruang untuk tahun ini diadakan (rekrutmen petugas damkar)," kata Pramono di kantor Dinas Gulkarmat DKI, Jakarta Pusat.
Pramono mengaku belum tahu jumlah formasi petugas yang akan direkrut. Ia akan memanggil Kepala Dinas Gulkarmat DKI untuk memetakan jumlah kebutuhan personel damkar. Yang jelas, ada kriteria tertentu yang dibutuhkan dalam rekrutmennya.
"Saya tanyakan beberapa anggota damkar, mereka rata-rata sudah tugas 25-30 tahun. Artinya bahwa orang yang kerja seperti di damkar ini kerjanya panjang. Sehingga, long life employment yang memang mereka menyenangi, menyukai pekerjaan yang ada. Kalau ini pekerjaan kemanusiaan, sehingga itulah yang menjadi faktor untuk melakukan perekrutan anggota damkar yang baru," urai Pramono.
Pramono mengaku, jumlah personel pemadam kebakaran di Jakarta memang perlu ditingkatkan. Sebab, tak hanya menanggulangi si jago merah, jajaran Dinas Gulkarmat juga kerap diandalkan masyarakat yang membutuhkan pertolongan penyelamatan.
Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 1.969 kasus kebakaran yang ditangani oleh petugas Dinas Gulkarmat. Kemudian, petugas juga menangani sekitar 6.800 kasus penyelamatan.
"Artinya, kepercayaan publik kepercayaan masyarakat kepada damkar cukup tinggi hampir ada 6.800 kasus. Sehingga dengan demikian inilah yang secara khusus saya pesankan ke kepala dinas dan seluruh jajaran untuk membangun kepercayaan publik. Ini yang perlu ditingkatkan," urai dia.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengaku jumlah personel pemadam kebakaran (damkar) saat ini masih jauh dari ideal.
Jumlah petugas damkar kini sebanyak 3.700 orang. Padahal, idealnya Jakarta memiliki 11.000 personel damkar yang mencakup penjangkauan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di seluruh kelurahan.
Sejatinya, setiap pos pemadam membutuhkan 18 personel yang dibagi 6 orang dalam 3 unit. Faktanya, satu pos hanya diisi oleh 9 orang dengan pembagian 3 orang per unit.
"Satu unit itu harus diawaki 6 orang, sekarang 3 orang, berarti ada dobel fungsi. Nah itu bisa membahayakan bagi mereka dalam menjalankan tugas," kata Satriadi kepada wartawan, Selasa, 4 Februari.
Dinas Gulkarmat, lanjut Satriadi, telah mengajukan aggaran penambahan personel damkar sejak 3 tahun lalu. Namun, hingga ini belum dialokasikan.
"Faktanya kita kekurangan personel. Karena bukan apa-apa, aduh, saya kasihan sama anggota saya. kelelahan, capek loh, mereka, tuh," ungkap Satriadi.
Karenanya, Dinas Gulkarmat membentuk relawan kebakaran dari unsur masyarakat. Mereka ikut membantu upaya penanggulangan kebakaran seperti menggulung dan menarik selang saat peristiwa kebakaran, hingga sosialisasi ke masyarakat mengenai pencegahannya.
"Makanya tahun kemarin angka kebakaran turun 13,4 persen. Itu karena ada program kita terkait dengan pengadaan APAR, pembentukan relawan kebakaran, dan sebagainya," ucap dia.