Djawanews.com – Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah Al Mubarokah, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Nur Rohman mengungkapkan alasan pihaknya memperingati malam Nuzulul Qur’an dengan menggelar pengajian berlampukan senter.
Acara khataman Al-Qur’an di lapangan terbuka yang digelar pada Minggu (2/5/2021) malam itu menurutnya merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan.
Senter sebagai penerang sendiri diharapkan dapat menggugah kesadaran santri terkait proses pengajian sebelum adanya listrik.
“Supaya menggugah, mengingat anak-anak ini, zaman dahulu sebelum ada listrik masuk juga begini ini suasana untuk mengajinya,” terang nur Rohman dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.
“Kalau sudah di alam terbuka begini, keadaan juga nyaman, bacanya juga sangat menyentuh ke hati, untuk hadir hati ini ke hadirat keridaan Allah,” lanjutnya.
- Evaluasi Pasca-Sesi sebagai Instrumen Strategis dalam Meningkatkan Kualitas Bermain Kasino Online
- Manajemen Ekspektasi dalam Permainan Kasino Online sebagai Fondasi Keputusan yang Stabil dan Rasional
- Strategi Penyesuaian Intensitas Bermain dalam Kasino Online untuk Menjaga Stabilitas Modal dan Keputusan
Rangkaian pengajian malam Nuzulul Qur’an itu sendiri dimulai dengan berbuka puasa bersama di ponpes, dilanjutkan kirab dari ponpes menuju tempat terbuka.
Kemudian 30 santri mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an dengan ketentuan satu santri menyelesaikan satu juz, sehingga dalam semalam 30 juz dikhatamkan.
Untuk mengetahui ragam perkembangan peristiwa regional, nasional dan mancanegara terupdate, ikuti terus rubrik Berita Hari ini di warta harian Djawanews. Selain itu, untuk mendapatkan update lebih cepat, ikuti juga akun Instagram @djawanews.