Djawanews.com – Polri memprediksi jumlah pemudik Lebaran tahun ini lebih dari 100 juta orang. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan lalu lintas, Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
"Berdasarkan pengalaman tahun lalu serta pergerakan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah pemudik diperkirakan di atas 100 juta orang. Oleh sebab itu, kami akan melakukan langkah antisipasi yang lebih matang," ujar Wakil Asisten Utama Operasi (Waastamops) Kapolri, Irjen Endi Sutendi dalam keterangannya, Rabu, 26 Februari.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menerapkan skema rekayasa lalu lintas, seperti contraflow (jalur berlawanan arah) dan sistem satu arah di ruas tol. Namun, penerapan skema ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
"Untuk skema di jalan tol, kami akan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Jika diperlukan, kami akan menerapkan contraflow, sistem satu arah, serta pengalihan arus ke jalur arteri untuk memperlancar lalu lintas," jelasnya.
Selain itu, Polri akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik. Sehingga, upaya-upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan akan lebih maksimal.
"Insyaallah, pertengahan Maret nanti kami akan menggelar Rapat Lintas Sektoral bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih valid," kata Endi.
Sebelumnya diberitakan, Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi selama tiga hari yang dimulai pada 28 hingga 30 Maret. Karenanya, akan diberlakukan Operasi Ketupat yang berlangsung mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.
"Polri akan menggelar Operasi Ketupat pada 26 Maret hingga 8 April. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28-30 Maret, sementara arus baliknya diprediksi mencapai puncak setelah 8 April," ujar Endi.