Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
PLTU Celukan Bawang Gunakan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

PLTU Celukan Bawang Gunakan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Usman Mahendra
Usman Mahendra 21 Oktober 2019 at 07:43am

Tidak seperti PLTU lain, PLTU Celukan Bawang menggunakan teknologi canggih sekaligus ramah lingkungan. Salah satu teknologi tersebut adalah teknologi ultra-super critical (USC).

Organisasi Lingkungan Global, Greenpeace, hingga kini masih sering melayangkan protesnya terhadap PLTU Celukan Bawang, Bali. Protes tersebut dikaitkan dengan pencemaran udara di Bali. Di sisi lain, tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa PLTU Celukan Bawang menggunakan teknologi canggih sekaligus ramah lingkungan.

Pembangkit Listrik ini berada di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Resmi beroperasi pada tahun 2015, dengan kapasitas sebesar 426 MW. Dalam pembangunannya, PLTU Celukan Bawang dikerjakan oleh China Huadian Engineering Co, Ltd (CHEC), Merryline International Pte. Ltd (MIP) dan PT General Energy Indonesia (GEI). Perusahaan tersebut dinilai sangat kompeten dalam pembangunan pembangkit listrik.

PLTU Celukan Bawang Gunakan Teknologi Ultra Super Critical (USC)

PLTU Celukan Bawang gunakan teknologi canggih (dewatapos.com)

Sejak tahun 1950-an, pembangkit listrik di seluruh dunia menggunakan teknologi pemanas (boiler) konvensional, termasuk pembangkit listrik di Indonesia. teknologi pemanas konvensional tersebut dikenal dengan teknologi Subcritical boiler.

Pembangkit listrik berteknologi Sub-critical sendiri digunakan karena beberapa alasan. Misalnya, teknologi ini dinilai bekerja lebih cepat. Selain itu, teknologi Sub-critical juga memakan biaya produksi yang lebih murah. Di sisi lain, emisi yang dihasilkan dari pembangkit terlalu tinggi, sehingga akan sangat berdampak pada lingkungan.

China sebagai negara mitra Indonesia dalam pembangunan PLTU Celukan Bawang tidak menggunakan teknologi konvensional tersebut. Dilansir dari mariaproperti.co.id, PLTU Celukan Bawang mengusung teknologi canggih sekaligus ramah lingkunganyang dikenal dengan nama Ultra Super Critical (USC).

Tak banyak pembangkit listrik yang menggunakan USC. Di dunia, hanya ada sebanyak 3% pembangkit listrik yang menggunakan teknologi ini. Jarangnya penggunaan teknologi ini membuat informasi dan pengetahuan mengenai kegunaan teknologi tersebut jadi minim.

Salah satu manfaat Ultra Super Critical adalah ia mampu meminimalisir karbon pembuangan PLTU Celukan Bawang. Pembangkit listrik tenaga uap memang mengalami perubahan baru, terlebih dalam 10 tahun terakhir. Teknologi subcritical, yang biasanya digunakan dalam pembangkit uap kuno, kini mulai ditingalkan dan diganti dengan teknologi USC yang lebih modern.

Bisa dikatakan, teknologi USC ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan batu bara dibanding teknologi konvensional. Hal tersebut disebabkan karena teknologi ini memiliki tekanan dan temperatur uap lebih besar, sehingga efisiensinya mendekati 50%. Teknologi USC juga memungkinkan penurunan gas emisi CO2 sampai sepertiga dari emisi yang dihasilkan pembangkit listrik teknologi Sub-critical.

Terkait laporan Greenpeace terhadap PLTU Celukan Bawang, China Huadian Engineering Co, Ltd sempat memberikan keterangannya. Keterangan tersebut diutarakan melalui sebuah surat, tertanggal 20 September 2019 yang diunggah oleh business-humanrights.org.

Dalam surat keterangan yang dikeluarkan, CHEC mengatakan bahwa pihaknya telah mematuhi peraturan hukum yang relevan di Indonesia dan juga standar internasional. Mereka juga mengatakan, saat ini, data pemantauan lingkungan dari pembangkit listrik di Bali menunjukkan bahwa tingkat emisi PLTU Celukan Bawang jauh lebih rendah dari standar yang ditetapkan. Sehingga aman untuk lingkungan.

Bagikan:
#PEMBANGKIT RAMAH LINGKUNGAN#PLTU CELUKAN BAWANG#PLTU RAMAH LINGKUNGAN#SUPER ULTRA CRITICAL#teknologi

Berita Terkait

    PLTA Riam Kanan Antisipasi Debit Air Menurun Saat Musim Kemarau 2026, Gini Pencegahannya!
    Berita Hari Ini

    PLTA Riam Kanan Antisipasi Debit Air Menurun Saat Musim Kemarau 2026, Gini Pencegahannya!

    Djawanews.com - PLTA Riam Kanan yang terletak di kawasan Riam Kanan, Kalimantan Selatan, sedang mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi penurunan debit air selama musim kemarau ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
    Berita Hari Ini

    Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

    MS Hadi 02 Apr 2026 13:00
  • Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi
    Berita Hari Ini

    Wacana Sekolah Daring, Gus Hilmy: Jangan Jadikan Pendidikan Korban Kebijakan Energi

    MS Hadi 24 Mar 2026 22:19
  • Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!
    Berita Hari Ini

    Krisis Geopolitik Global Percepat Agenda Transisi Energi Terbarukan Indonesia, Ini Alasannya!

    Djawanews.com - Krisis geopolitik yang terjadi di Iran kembali menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Ketegangan global yang memengaruhi stabilitas pasokan energi ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?
    Berita Hari Ini

    PLTA Danau Kerinci Jadi Lokasi Restocking Ikan: Ini Kata Gubernur Al Haris?

    Saiful Ardianto 16 Mar 2026 12:03
  • Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?
    Berita Hari Ini

    Arkora Hydro (ARKO) Jaga Tren Positif Lewat Proyek Energi Bersih, Optimistis Kinerja Keuangan Meningkat pada 2026?

    Saiful Ardianto 13 Mar 2026 15:22

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
Berita Hari Ini

1

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

PLTA Riam Kanan Antisipasi Debit Air Menurun Saat Musim Kemarau 2026, Gini Pencegahannya!
Berita Hari Ini

2

PLTA Riam Kanan Antisipasi Debit Air Menurun Saat Musim Kemarau 2026, Gini Pencegahannya!

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up