Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Pengamat Lihat Taliban Telah Berubah: Ada Shalawat Tanda Pindah Ideologi dari Wahabi Jihadi ke Sunni Syafi’i
Pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (Twitter/@Sarkariberozgar)

Pengamat Lihat Taliban Telah Berubah: Ada Shalawat Tanda Pindah Ideologi dari Wahabi Jihadi ke Sunni Syafi’i

MS Hadi
MS Hadi 19 Agustus 2021 at 10:33am

Djawanews.com – Taliban yang berhasil mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, disebut berbeda dengan Taliban yang ditaklukkan AS dua dekade lalu. Hal ini terlihat dalam konferensi pers pertamanya, Taliban menjanjikan berbagai hal, mulai dari perlindungan perempuan, pemerintahan terbuka, hingga pengampunan bagi warga Afghanistan yang bekerja dengan Sekutu.

Mantan komandan pasukan NATO di Afghanistan Jenderal Sir Nick Carter bahkan menyebut, Taliban yang saat ini berkuasa berbeda dan lebih masuk akan dalam penilaian berdasarkan pengalamannya.

"Ideologi dan jati diri Taliban sebenarnya memang sudah terjadi perubahan dari ideologi Wahabi Jihadi, memang Wahabi Jihadi itu masih dipakai. Tapi mereka lebih banyak beralih kepada Sunni yang Syafi'i. Waktu kemenangan mereka itu, mereka memasuki Istana dan kemudian ada pembacaan ayat-ayat suci dan kemudian juga shalawat. Dan shalawatnya itu adalah selawat yang Syafii," ujar pengamat terorisme Al Chaidar kepada VOI, Rabu 18 Agustus.

Lebih jauh ia menerangkan, selama 20 tahun ini memang ada banyak yang berubah dari Taliban, baik secara struktur, tokoh, hingga ideologi. Misalnya, memutus hubungan dengan Al Qaeda dan tidak lagi memakai cara-cara teroristik.

"Mereka sadar sedang membangun sebuah negara, membangun peradaban, bukan dengan cara brutal. Tokohnya masih yang lama, tapi terjadi perubahan. Abdul Ghani Baradar misalnya, memiliki keterbukaan pikiran, mau berunding dengan Amerika Serikat (di bawah Donald Trump). Sudah tujuh kali pembicaraan damai," paparnya.

Perubahan lain yang menarik adalah kenyataan Taliban mau bekerja sama dengan China, memenuhi permintaan China untuk tidak lagi membantu orang-orang Uighur. Al Chaidar mengatakan, ia tidak mengetahui proses pastinya, namun menyebutnya mungkin menerapkan taktik dan strategi Teuku Umar dalam menjalin kerja sama dengan China.

Yang dimaksud adalah taktik Teuku Umar dalam mengelabuhi Belanda dengan berpura-pura bekerja sama, untuk kemudian melawan setelah memeroleh senjata dan uang yang cukup banyak.

"Mereka (Taliban) saat ini sedang berada di dalam situasi di mana tidak ada pengakuan de jure. Pengakuan de jure itu penting sekali," lanjutnya.

Dikatakannya, Taliban yang berkuasa saat ini diperkirakan akan memakai ilmu pemerintahan yang umum beredar di dunia, ada kementerian-kementerian tertentu. Tidak hanya kementerian keuangan saja. Tidak hanya kementerian olahraga. Juga ada kementerian peranan wanita, perlindungan wanita, perlindungan anak. Kemudian kementerian lingkungan hidup.

"Kemudian juga kementerian-kementerian lainnya, kementerian politik, kementerian militer, kementerian macam-macam itu tetap ada. Kementerian-kementerian konservatif itu tetap ada, tapi kementerian-kementerian baru, yang merupakan adaptasi terhadap ideologi-ideologi yang baru ataupun kebiasaan-kebiasaan bernegara yang baru, akan diakomodasikan di dalam pemerintahan Afghanistan yang baru nanti," paparnya.

Ia menambahkan, hal penting yang perlu disoroti di Afghanistan ini adalah bagaimana mereka bekerja sama dengan China. Karena, cuma Beijing yang memberikan dukungan dan support setelah Amerika Serikat mencabut dukungannya kepada Afghanistan dan tidak mau melanjutkan perundingan lagi.

"Dengan adanya kerja sama dengan China ini, kita agak khawatir. Dan banyak tokoh-tokoh pergerakan yang tidak mau mendukung Taliban ini, karena mereka menjalin hubungan dengan komunis China untuk memerangi Muslim Uighur. Ini problem," sebutnya.

"Ini yang saya kira menjadi menarik, apakah mereka berkenan secara egois untuk memiliki negara, tapi kemudian mengorbankan saudara Muslimnya yang lain yang ada di Uighur. Ini menarik saya kira. Perlu kita pelajari apakah Taliban akan menerapkan taktik dan strategi Teuku Umar," pungkasnya.

Baca Juga:
  • China Jadi Negara Pertama yang Kirim Dubes ke Afghanistan sejak Taliban Berkuasa
  • Ledakan Bom Bunuh Diri Dalam Acara Partai di Pakistan, 42 Orang Tewas dan 130 Luka-luka
  • Dewan Keamanan Kutuk Larangan Taliban atas Perempuan Afghanistan Bekerja untuk PBB

Untuk diketahui, Selasa, 17 Agustus, juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid mengucap sejumlah janji kepada warga Afghanistan, khususnya kaum perempuan. Taliban berjanji mengampuni tentara dan anggota pemerintahan lama yang didukung AS serta sekutu. Taliban juga janjikan amnesti untuk tentara, kontraktor, serta penerjemah yang bekerja untuk pasukan internasional.

Mujahid juga meminta semua warga Afghanistan pulang ke rumah. Mujahid menjamin keamanan mereka. "Tidak ada yang akan menyakiti Anda," katanya. Mujahid juga menyebut ada perbedaan besar antara Taliban yang dunia kenal 20 tahun lalu dan sekarang. Beberapa komitmen ia sampaikan. Soal pers, misalnya. Mujahid menjanjikan independensi dan kebebasan pada media massa swasta.

Sementara, Jenderal Sir Nick Carter, Kepala Staf Pertahanan Inggris menyebut Taliban saat ini mungkin berbeda dan perlu diberikan ruang.

"Kami harus bersabar, kami harus menahan diri dan kami harus memberi mereka ruang untuk membentuk pemerintahan. Kami harus memberi mereka ruang untuk menunjukkan kredensial mereka. Mungkin Taliban ini adalah Taliban yang berbeda dengan yang diingat orang dari tahun 1990-an," kata Carter seperti mengutip Reuters dari BBC Rabu 18 Agustus.

"Mungkin Taliban yang lebih masuk akal. Ini kurang represif. Dan memang, jika Anda melihat cara pemerintahan Kabul saat ini, ada beberapa indikasi bahwa itu lebih masuk akal," tandasnya.

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#TALIBAN#as#china#afghanistan#Kerja sama luar negeri#Sir Nick Carter

Berita Terkait

    KUHP Baru Pidanakan Nikah Siri, Gus Hilmy: Ini Problematik dan Perlu Dirumuskan Kembali
    Berita Hari Ini

    KUHP Baru Pidanakan Nikah Siri, Gus Hilmy: Ini Problematik dan Perlu Dirumuskan Kembali

    Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menyambut pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sebagai langkah penting reformasi hukum nasional. Namun, ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Izin Produksi Minyak di Venezuela Menjadi Fokus Negosiasi Chevron dan Pemerintah AS
    Berita Hari Ini

    Izin Produksi Minyak di Venezuela Menjadi Fokus Negosiasi Chevron dan Pemerintah AS

    Saiful Ardianto 08 Jan 2026 12:51
  • PLTA Jelok Tuntang: Harmoni Energi Bersih dan Ekowisata Edukatif di Kabupaten Semarang
    Berita Hari Ini

    PLTA Jelok Tuntang: Harmoni Energi Bersih dan Ekowisata Edukatif di Kabupaten Semarang

    Saiful Ardianto 08 Jan 2026 11:48
  • PLTA Wadaslintang: Sumber Energi Terbarukan yang Menjanjikan di Jawa Tengah
    Berita Hari Ini

    PLTA Wadaslintang: Sumber Energi Terbarukan yang Menjanjikan di Jawa Tengah

    Djawanews.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wadaslintang yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu proyek penting dalam upaya Indonesia menuju kemandirian energi. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi: Solusi Cerdas untuk Lingkungan dan Energi Nasional
    Berita Hari Ini

    Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi: Solusi Cerdas untuk Lingkungan dan Energi Nasional

    Saiful Ardianto 07 Jan 2026 11:30
  • Krisis Energi: Dampak Serangan AS ke Venezuela dan Antisipasi Pemerintah
    Berita Hari Ini

    Krisis Energi: Dampak Serangan AS ke Venezuela dan Antisipasi Pemerintah

    Saiful Ardianto 06 Jan 2026 14:48

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Teknologi Flow2Max Perkuat Inovasi Panas Bumi Nasional, Makin Gacor?
Berita Hari Ini

1

Teknologi Flow2Max Perkuat Inovasi Panas Bumi Nasional, Makin Gacor?

PLTMH Talang Krasak Dorong Transisi Energi Bersih di Daerah
Berita Hari Ini

2

PLTMH Talang Krasak Dorong Transisi Energi Bersih di Daerah

Cadangan Minyak Venezuela Jadi Rebutan Global, AS Melihat Peluang Strategis!
Berita Hari Ini

3

Cadangan Minyak Venezuela Jadi Rebutan Global, AS Melihat Peluang Strategis!

PLTA Timo: Warisan Energi Air Sejak 1960-an di Semarang
Berita Hari Ini

4

PLTA Timo: Warisan Energi Air Sejak 1960-an di Semarang

PLTA Timo: Warisan Energi Air Sejak 1960-an di Semarang
Berita Hari Ini

5

PLTA Timo: Warisan Energi Air Sejak 1960-an di Semarang

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up