Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Menuju 1 Abad Taman Siswa, Gus Hilmy: Konsep Taman Siswa Masih Kontekstual
Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A

Menuju 1 Abad Taman Siswa, Gus Hilmy: Konsep Taman Siswa Masih Kontekstual

MS Hadi
MS Hadi 25 Agustus 2021 at 09:58am

Djawanews.com – Usia yang hampir 1 Abad bagi Taman Siswa menandakan bahwa konsep dan keberadaannya diterima oleh masyarakat Indonesia. Konsep-konsep pendidikannya jelas masih kontekstual hingga saat ini. Di antaranya adalah yang kini kita kenal dengan konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dibesut oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, yang mungkin terinspirasi dari salah satu Panca Dharma Taman Siswa, yaitu kodrat alam dan kemerdekaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. dalam Dialog Pendidikan Menuju Satu Abad Taman Siswa dengan tema Pendidikan dan Implementasi Sila Keempat yang diselenggarakan oleh Institute Kahade dan Buletin Neng Ning Nung Nang pada Selasa (24/08) malam.

“Kami sepakat dengan nilai-nilai pendidikan yang diusung oleh Taman Siswa, bahwa anak memiliki memiliki kodratnya sendiri. Pendidikan tidak boleh memaksa siswa untuk menjadi A atau B. Pendidikan menjadi sarana pembimbing atau jalan penunjuk, selebihnya adalah siswa itu sendiri yang menentukan,” kata Senator asal Yogyakarta tersebut.

Menurut pria yang juga akrab disapa Gus Hilmy tersebut, ada kemiripan konsep Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan Taman Siswa dengan konsep pondok pesantren. Di antaranya adalah konsep among.

“Konsep among dalam konsep pesantren diartikulasikan sebagai asah asih asuh, baik dalam pikiran, fisik, maupun psikologis. Pesantren dengan basis asrama memungkinkan transfer of knowledge dan transfer of value. Di pesantren tidak hanya mengajar, melainkan juga mendidik secara intens sepanjang 24 jam. Konsep ini juga kita kenal dalam tradisi Jawa dengan ilmu iku dilakoni,” kata salah satu pengasuh Pesantren Krapyak tersebut. 

Kaitannya pendidikan dengan Sila ke-4 dalam Pancasila, Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini menyatakan bahwa keduanya memiliki hubungan yang kuat. Di antaranya karena terdapat diksi hikmah.

“Hikmah kita baca sebagai pengetahuan. Dengan pengetahuan ini, orang bisa bermusyawarah untuk menemukan solusi dan mengkompromikan masalah di antara kita. Sila ke-4 tidak akan ada tanpa hikmah, yaitu pengetahuan. Dalam musyawarah, kepentingan bersama menjadi yang diutamakan. Musyawarah mengharuskan orang untuk toleran terhadap pendapat orang lain. Harus juga menjunjung tinggi keputusan yang sudah disepakati, meskipun tidak sesuai dg kehendak sendiri. Ini karena ada ilmu pengetahuan di dalamnya,” ujar anggota MUI Pusat tersebut.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut sebagai pembicara adalah Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si (Dosen Pedagogi Kritis Universitas Negeri Yogyakarta) dan Dr. Y. Agus Tridiatno, M.A. (Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Baca Juga:
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
  • Indonesia Bukan Jalur Agresi, Senator Gus Hilmy Desak Pemerintah Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
  • Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

Bayu mengemukakan nilai-nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara yang dikontekstualisasikan hingga zaman siber. Menurutnya, secara paradigmatik, Ki Hajar menganut multi paradigma.

“Nilai dalam konsep pendidikan Ki Hajar itu di antaranya adalah subjek aktif untuk negosiasi dan resistensi (humanistik dan mandiri), keseimbangan otak kanan dan kiri (pintar saja tidak cukup, tapi harus bijaksana), tumoto (demokrasi tertata dan berdaya),” katanya.

Sementara Agus secara reflektif memaknai pendidikan sebagai suatu fasilitas. “Hakikat pendidikan adalah fasilitas. Pendidikan harus menarik, menghasilkan pengetahuan, menjadi keyakinan dan nilai, lalu berimplikasi dalam perubahan sikap, dan pada akhirnya melahirkan keterampilan,” ujarnya.

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#Taman Siswa#Satu abad Taman Siswa#KAMPUS MERDEKA#nadiem makarim#Gus Hilmy#Hilmy Muhammad

Berita Terkait

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Djawanews.com - Investasi NVIDIA di d-Matrix menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa perusahaan tersebut berencana menanamkan modal pada pengembang chip server kecerdasan buatan itu. Menariknya, d-Matrix ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Investasi Migas Danantara US$250 Juta di AS Bakal Perkuat Strategi Energi Global?
    Berita Hari Ini

    Investasi Migas Danantara US$250 Juta di AS Bakal Perkuat Strategi Energi Global?

    Saiful Ardianto 08 Oct 2026 19:38
  • Hilirisasi vs Transisi Energi, Mengapa PWYP Kritik Rangkap Jabatan?
    Berita Hari Ini

    Hilirisasi vs Transisi Energi, Mengapa PWYP Kritik Rangkap Jabatan?

    Saiful Ardianto 07 Oct 2026 18:41
  • Investasi Transisi Energi Global Menggeliat Capai US$2,3 Triliun: Peluang Besar Indonesia
    Berita Hari Ini

    Investasi Transisi Energi Global Menggeliat Capai US$2,3 Triliun: Peluang Besar Indonesia

    Djawanews.com - Investasi transisi energi global mencapai rekor US$2,3 triliun pada 2025. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perkembangan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Investasi Data Center Ramai Disorot, Apa Alasan Proyek BDx Jatiluhur Disetop?
    Berita Hari Ini

    Investasi Data Center Ramai Disorot, Apa Alasan Proyek BDx Jatiluhur Disetop?

    Saiful Ardianto 05 Oct 2026 18:27
  • Kok Bisa Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi?
    Berita Hari Ini

    Kok Bisa Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi?

    Saiful Ardianto 02 Oct 2026 18:29

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
Berita Hari Ini

1

Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up