Djawanews.com - Investasi BEI pada 2027 direncanakan mencapai Rp670 miliar, meningkat 161,82% dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Dana tersebut disiapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperkuat infrastruktur teknologi, meningkatkan kapasitas layanan, dan mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (28/10/2026). Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027 beserta sejumlah agenda transformasi bursa.
Investasi BEI 2027 Fokus pada Teknologi dan Penguatan Bisnis
Kenaikan investasi BEI tidak berarti dana tersebut digunakan untuk membeli saham. Anggaran Rp670 miliar merupakan belanja investasi perusahaan guna menunjang operasional dan pengembangan infrastruktur bursa.
Selain belanja investasi, BEI menyiapkan 51 rencana kerja dengan total anggaran program Rp596,4 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp380,7 miliar diarahkan untuk memperkuat dan mengoptimalkan aset teknologi informasi.
Penguatan teknologi bertujuan meningkatkan keandalan sistem perdagangan, kapasitas layanan, serta kesiapan infrastruktur menghadapi perkembangan pasar.
BEI juga mengalokasikan Rp186,8 miliar atau 31,3% dari anggaran program untuk penguatan bisnis. Prioritasnya meliputi pengembangan layanan transaksi dan nontransaksi, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, serta perluasan partisipasi investor.
Langkah ini sejalan dengan Master Plan 2026–2030 yang menjadi bagian dari agenda transformasi pasar modal Indonesia.
Penguatan infrastruktur menjadi perhatian penting karena pertumbuhan aktivitas perdagangan membutuhkan sistem yang andal. Peningkatan kapasitas teknologi juga diperlukan untuk mendukung pengembangan layanan bursa dalam jangka panjang.
Target Transaksi dan Investor BEI pada 2027
Seiring peningkatan investasi BEI, bursa menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp21 triliun pada 2027. Angka tersebut meningkat 16,7% dibandingkan target revisi RKAT 2026 sebesar Rp18 triliun. BEI juga membidik 905 pencatatan efek baru, dengan rincian sebagai berikut:
- 25 pencatatan saham baru.
- 175 emisi obligasi dan sukuk.
- 705 pencatatan efek lainnya.
Sementara itu, target rata-rata investor aktif bulanan mencapai 1,3 juta orang, meningkat 44,4% dibandingkan target revisi 2026 sebanyak 900.000 investor. Dari sisi keuangan, BEI memproyeksikan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun pada 2027, tumbuh 14,6% dibandingkan proyeksi revisi RKAT 2026.
Pertumbuhan tersebut diharapkan berasal dari aktivitas transaksi efek, jasa pencatatan, dan layanan data kebursaan. RUPSLB turut menyetujui pembagian dividen tunai khusus Rp1,564 triliun serta penggunaan saldo laba ditahan sebesar Rp2 triliun untuk cadangan operasional dan pengembangan.
Selain itu, perubahan anggaran dasar disetujui untuk membuka jalan demutualisasi, yang memungkinkan pihak di luar anggota bursa menjadi pemegang saham BEI.
Kenaikan investasi BEI pada 2027 mencerminkan komitmen perusahaan memperkuat teknologi, memperluas layanan, dan mempersiapkan transformasi kelembagaan. Realisasi anggaran serta pencapaian target perdagangan dan investor akan menjadi indikator penting keberhasilan strategi tersebut.
Demikian informasi seputar perkembangan investasi BEI pada 2027. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.