Djawanews.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan target ambisius untuk mengurangi ketergantungan impor energi Indonesia dalam lima hingga tujuh tahun ke depan. Dalam acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo menekankan pentingnya langkah-langkah konkret untuk mencapai kemandirian energi di Indonesia.
"Indonesia harus bisa memproduksi energi dari sumber daya yang ada di tanah air," ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang sangat melimpah, seperti cadangan batubara terbesar di dunia, serta potensi besar untuk menghasilkan energi dari sumber terbarukan seperti kelapa sawit, geotermal, dan tenaga air.
Mengurangi Impor Energi Indonesia: Ambisi Prabowo untuk Masa Depan Energi Indonesia
Prabowo juga menyebutkan, selain batubara yang bisa diolah menjadi berbagai produk energi, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan geotermal.
"Geotermal kita adalah yang terbesar di dunia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi ini harus digarap untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap energi dari luar," lanjutnya.
Selain itu, pengembangan energi dari tanaman seperti biodiesel dari kelapa sawit dan produksi gas dari batu bara juga menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi impor energi Indonesia. Indonesia juga berpotensi menggantikan impor elpiji dengan produk Dimethyl Ether (DME), yang bisa diproduksi secara lokal dari sumber daya domestik.
Jika potensi-potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi negara yang mandiri dalam sektor energi, mengurangi defisit energi, dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Target Indonesia untuk mengurangi impor energi dalam lima hingga tujuh tahun ke depan merupakan langkah strategis yang perlu didukung oleh seluruh sektor terkait.
Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan energi terbarukan yang melimpah, Indonesia dapat mencapai kemandirian energi, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Implementasi yang tepat dan kerja keras akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian target ini.
Demikian informasi seputar pengurangan impor energi Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.