Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Akar Sejarah Kenapa Pope Disebut Paus di Indonesia
Paus Fransiskus (Vatican media)

Akar Sejarah Kenapa Pope Disebut Paus di Indonesia

MS Hadi
MS Hadi 07 September 2024 at 12:08pm

Djawanews.com – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus melakukan kunjungan apolistik ke Indonesia pada 3-6 September. Kunjungan tersebut mencakup berbagai agenda, di antaranya pertemuan Paus Fransiskus dengan Presiden Joko Widodo, kunjungan ke Masjid Istiqlal, hingga Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno.

Di Indonesia, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dikenal dengan sebutan "Paus". Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa penggunaan istilah ini memiliki akar sejarah yang panjang dan dipengaruhi oleh percampuran budaya serta pengaruh kolonial.

Mengapa Pope Disebut Paus di Indonesia?

Sejarah telah mencatat penggunaan kata "Paus" dalam bahasa Indonesia. Pada masa awal perkembangan Gereja Katolik, gelar "Pope" diberikan kepada semua uskup.

Namun, seiring waktu gelar Pope ini menjadi lebih spesifik merujuk pada Uskup Roma. Di Indonesia, pengaruh kolonial Belanda sangat kuat dalam menyebarkan agama Katolik.

Para misionaris Belanda menggunakan istilah "Paus" untuk menyebut pemimpin tertinggi Gereja, dan sebutan ini pun diadopsi oleh masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan jika penggunaan kata "Paus" di Indonesia merupakan warisan sejarah dari masa kolonial.

Untuk Apa Paus Fransiskus ke Indonesia?

Perlu diketahui, Paus Fransiskus memulai kunjungan apostoliknya ke Asia Tenggara dengan tiba di Indonesia pada tanggal 3 September 2024 pukul 11:30. Indonesia sendiri menjadi negara pertama yang disinggahi dalam rangkaian kunjungan ke-45-nya.

Selama kunjungan tiga hari tersebut, Paus akan bertemu dengan berbagai tokoh agama, mengadakan misa terbuka, dan mengunjungi beberapa komunitas Katolik di Indonesia.

Selain itu, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia juga memiliki makna historis yang penting, mengingat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan yang semakin erat.

Menariknya, rencana kunjungan Paus tersebut ternyata sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akhirnya dapat terwujud berkat kerja sama yang baik antara kedua belah pihak.

Paus Fransiskus Kunjungan ke Mana Saja?

Selain Indonesia, Paus akan berkunjung ke beberapa negara di Asia Tenggara di antaranya Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura:

Papua Nugini yang menjadi negara kepulauan di Oseania, juga termasuk dalam rencana kunjungan Paus. Negara ini dikenal sebagai yang paling beragam secara linguistik di dunia, dengan sekitar 840 bahasa asli yang tercatat.

Menurut World Factbook, sekitar 70% populasi Papua Nugini beragama Kristen, 26% beragama Katolik, dan 1,4% menganut agama non-Kristen.

Kedua ada Timor-Leste yang menjadi negara kunjungan Paus. Perlu diketahui, negara ini diakui sebagai negara merdeka secara internasional pada tahun 2002, sebelumnya berada di bawah kekuasaan Portugis dan kemudian Indonesia selama beberapa dekade.

Meskipun telah merdeka, Timor-Leste masih menghadapi tantangan sebagai salah satu negara termiskin di dunia, akibat konflik dan ketidakstabilan yang berkepanjangan. Dari 1,5 juta penduduknya, 97,6% beragama Katolik, 2% adalah Protestan atau Kristen evangelis, dan 0,2% beragama Islam.

Terakhir ada Singapura, yang dulunya merupakan koloni perdagangan Inggris, kini menjadi salah satu negara terkaya di dunia.

Dengan populasi sekitar 6 juta orang, 31,1% di antaranya beragama Buddha, 18,9% beragama Kristen — dengan 37,1% di antaranya mengidentifikasi sebagai Katolik, 15,6% beragama Islam, 8,8% beragama Taoisme, 5% beragama Hindu, dan 20% tidak beragama.

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#kunjungan Paus ke indonesia#gereja katolik#pope#PAUS FRANSISKUS

Berita Terkait

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
    Berita Hari Ini

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

    Djawanews.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang yang berlokasi di Kalimantan Utara sedang memicu kontroversi, meskipun mengusung label "energi hijau" yang seharusnya ramah lingkungan. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
    Berita Hari Ini

    Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

    Saiful Ardianto 09 Feb 2026 12:49
  • PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?
    Berita Hari Ini

    PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?

    Saiful Ardianto 06 Feb 2026 12:33
  • Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?

    Djawanews.com - PT Medco Energi Internasional Tbk atau Medco Energi (MEDC) kembali memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas kredit baru. Emiten energi terintegrasi ini menandatangani perjanjian kredit ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?
    Berita Hari Ini

    Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?

    Saiful Ardianto 04 Feb 2026 13:09
  • Status Lahan PLTA Karebbe: DPRD Sulsel Telusuri Kepastian Hukum yang Masih Belum Pasti?
    Berita Hari Ini

    Status Lahan PLTA Karebbe: DPRD Sulsel Telusuri Kepastian Hukum yang Masih Belum Pasti?

    Saiful Ardianto 03 Feb 2026 12:59

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
Berita Hari Ini

1

Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
Berita Hari Ini

2

Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up