Djawanews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan sisa 9 juta bidang tanah yang belum bersertifikat untuk memenuhi target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Saat ini 111 juta bidang sudah bersertifikat dari total target PTSL tahun ini yakni 120 juta bidang.
"Sisanya sekitar 9 juta bidang lagi yang belum bersertifikat," kata Menteri AHY di Jakarta, Rabu, ketika meresmikan Kantor Pertanahan Administrasi Jakarta Selatan.
Menurut AHY, target tersebut bisa diselesaikan hingga akhir tahun. Untuk itu pihaknya terus berupaya mempercepat pelaksanaan sertifikat tanah.
"Terkait dengan pendaftaran sertifikat tadi, kita ingin mengejar pencapaian yang telah dilakukan sebelumnya. Kita ingin meningkatkan sertifikasi tanah seluruh Indonesia," katanya.
Dari sisa 9 juta bidang tanah, pihaknya akan mempercepat program PTSL gratis agar target tersebut bisa terealisasi hingga tahun 2024 nanti.
Menurut dia, dengan adanya sertifikat tanah, maka kekuatan hukum atas kepemilikan bidang tanah semakin kuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi tanahnya hilang, karena telah memiliki legalitas yang sah.
"Ini yang akan kita kejar sebagai bagian dari program PTSL, kita ingin ini semakin masif dan pada akhirnya seluruh masyarakat memiliki sertifikat secara resmi. Artinya kepastian hukum atas tanahnya menjadi memiliki kekuatan hukum," katanya.
Menteri AHY meresmikan Kantor Pertanahan di Jakarta Selatan pada Rabu. Dia berharap dengan adanya kantor yang baru bisa melayani masyarakat lebih profesional dan humanis.
Selain itu, pihaknya juga berharap bisa semakin dipercaya oleh masyarakat. Karena itu ATR/BPN akan terus hadir melayani masyarakat luas.
"Mudah-mudahan membuat kami semakin dipercaya, karena kami ingin pemerintah itu hadir melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," katanya.