Djawanews.com - Netizen bersatu, Mereka kompak memprotes dibukanya taman hiburan bertema Jepang yang berdiri di Kota Dalian, China. Protes ini bahkan memaksa tempat wisata yang baru dibuka ini langsung ditutup hingga watu yang tidak ditentukan.
Awalnya, sejumlah netizen China meluapkan kemarahannya di meia sosial Weibo setelah taman hiburan itu dibangun. Mereka menganggap bahwa pembangunan taman hiburan itu tidak sensitif.
Seperti diketahui, China pernah merasakan pahit dan getirnya dijajah Jepang. Negeri Matahari Terbit pun meninggalkan luka mendalam bagi warga China hingga kini.
Meski telah lama berlalu, banyak warga setempat yang tidak suka terhadap segala atribut berbau Jepang. Apalagi, Dalian pernah diduduki dua kali oleh Jepang. Yang pertama tahun 1894 yang menyisakan sejarah pembantaian massal.
Setelah itu, untuk kedua kalinya, terjadi juga ketegangan antara China dan Jepang terkait sengketa Taiwan dan Laut China Selatan.
Baru Dibuka Lalu Ditutup
Sejumlah netizen menyerukan agar pejabat China yang setuju dengan pembangunan proyek ini harus diinvestigasi. Netizen lainnya menyerukan taman hiburan bertema Jepang itu harus diboikot.
Ada pula rumor yang menyebut bahwa hanya bisnis dan perusahaan asal Jepang saja yang boleh membuka usahanya di sana. Rumor itu membuat netizen berang meski kabar itu tidak benar.
Taman hiburan bertema Jepang itu menelan biaya pembangunan hingga miliaran dollar AS. Proyeknya telah disetujui pemerintah lokal. Bahkan Wali Kota Dalian terbang sendiri ke Tokyo tahun 2019 lalu untuk menandatangani kesepakatan pembangunannya.
Taman hiburan yang bernama Tang Little Kyoto itu didesain dengan suasana ala kota tua Kyoto. Lokasinya berada di area strategis Kota Dalian dan sudah cukup ramai dengan pengunjung meski masih dalam tahap pembangunan.
Sebagian tempat sudah dibuka. Ada sekitar 29 toko telah beroperasi di dalamnya. Tetapi baru sekitar dua minggu dibuka, pemerintah kota meminta Tang Little Kyoto tutup untuk sementara terkait pandemi Covid-19 serta protes netizen yang berang.