Djawanews.com - PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Inovasi ini menjadi langkah pengembangan energi hijau terintegrasi dengan menggabungkan teknologi energi surya, baterai, turbin angin, dan hidrogen.
Kehadiran GEET Pulau Rengit meningkatkan layanan kelistrikan masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam. Sistem energi hijau ini dirancang untuk meningkatkan keandalan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Pulau Rengit dihuni sekitar 150 jiwa atau 45 kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil, masyarakat memiliki peluang meningkatkan aktivitas ekonomi melalui fasilitas pendukung seperti cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan dan konsep agrovoltaik untuk pengembangan pertanian.
Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit Jadi Model Pengembangan Energi Hijau Terintegrasi
Green Energy Ecosystem Technopark Pulau Rengit tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas energi, tetapi juga menjadi ruang riset dan pembelajaran teknologi energi hijau. PLN mengembangkan kawasan ini sebagai technopark pertama yang secara resmi dioperasikan untuk menguji penerapan sistem energi terintegrasi di wilayah kepulauan.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra menjelaskan bahwa GEET memanfaatkan kombinasi energi surya, Battery Energy Storage System (BESS), turbin angin, dan fuel cell hidrogen. Teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik serta menjadi referensi pengembangan energi bersih di wilayah terpencil lainnya.
Selain mendukung kebutuhan masyarakat, GEET Pulau Rengit juga melibatkan berbagai pihak dalam pengembangan teknologi. Kolaborasi dilakukan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan fuel cell, Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan baterai, serta Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam konsep agrovoltaic.
Dukungan Pemerintah untuk Pengembangan Energi Bersih
Pengembangan GEET Pulau Rengit mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dewan Energi Nasional (DEN). Program ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi baru.
Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam menyebut pengembangan teknologi hidrogen di Pulau Rengit dapat menjadi inspirasi bagi penerapan sistem energi berbasis hidrogen di wilayah kepulauan lainnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional Sripeni Inten Cahyani mendorong agar hasil riset dan inovasi energi hijau terus dikembangkan serta diterapkan sesuai potensi daerah masing-masing.
Pemerintah daerah juga melihat peningkatan akses listrik sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pemanfaatan energi listrik untuk mendukung investasi, perkebunan, dan industri pengolahan.
Melalui Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit, PLN menunjukkan upaya memperluas pemanfaatan energi hijau di Indonesia. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan sistem kelistrikan bersih, andal, dan berkelanjutan bagi wilayah kepulauan lainnya.
GEET Pulau Rengit menjadi inovasi energi hijau yang menggabungkan berbagai teknologi terbarukan untuk menghadirkan listrik 24 jam bagi masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan akses energi, tetapi juga membuka peluang riset dan pengembangan ekonomi berbasis energi bersih.
Demikian informasi seputar Pengembangan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.