Djawanews.com - Pemerintah Kabupaten Bantul didorong untuk segera menuntaskan kajian potensi investasi atau peta investasi Bantul. Langkah ini dinilai krusial sebagai persiapan pengembangan wilayah menyusul rampungnya dua proyek strategis nasional (PSN) yang berada di daerah tersebut.
Kehadiran infrastruktur baru diharapkan tidak hanya menjadi sarana konektivitas, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.
Dalam waktu dekat, dua proyek strategis nasional di Kabupaten Bantul dijadwalkan selesai. Kedua proyek tersebut adalah pembangunan Jalan Kelok 23 ruas Kretek-Girijati di kawasan selatan serta pembangunan jalan bebas hambatan Jogja-YIA di sisi barat Bumi Projotamansari.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono, menilai pemerintah daerah perlu segera menyiapkan langkah lanjutan untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari pembangunan infrastruktur tersebut.
Manfaat Ekonomi dari Infrastruktur Baru Peta Investasi Bantul
Menurut Agung, kawasan yang berada di sekitar proyek maupun wilayah penyangga harus ikut merasakan manfaat ekonomi setelah kedua proyek itu beroperasi.
"Saya kira Bantul tetap menginginkan adanya pengembangan kawasan. Tentunya kami mau ketika ada pembangunan di daerah tersebut, tentu akan menimbulkan efek pengganda di sana," ujarnya.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari peningkatan aksesibilitas di Kabupaten Bantul. Kawasan selatan Bantul selama ini telah memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Kehadiran infrastruktur baru dinilai dapat memperkuat daya tarik kawasan tersebut jika dibarengi dengan peningkatan kualitas pendukung lainnya. Pembangunan jalan baru dapat mempercepat mobilitas masyarakat maupun wisatawan menuju berbagai destinasi.
Karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi yang mampu menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan ekonomi lokal.
Kajian Investasi untuk Seluruh Wilayah Bantul
Meski proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan berada di wilayah selatan dan barat Bantul, Agung menilai kajian investasi sebaiknya tidak terbatas pada kawasan tersebut. Seluruh wilayah di Kabupaten Bantul perlu dipetakan berdasarkan potensi investasi yang dimiliki.
Hasil kajian itu nantinya dapat menjadi bahan promosi daerah kepada investor yang ingin menanamkan modal. Dengan adanya pemetaan yang jelas, pemerintah daerah akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menawarkan peluang investasi kepada berbagai pihak.
"Pemkab bisa membedah wilayah-wilayah yang ada di Kabupaten Bantul ini kaitannya dengan potensi investasi, yang kemudian bisa ditawarkan kepada investor yang ada di manapun itu, sehingga mereka bisa memberikan dampak ekonomi," ungkapnya.
Selain mendorong investasi, Agung menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ia berharap konsep *Community Based Tourism* atau pariwisata berbasis masyarakat menjadi landasan dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Bantul.
Melalui pendekatan tersebut, manfaat ekonomi yang dihasilkan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.