Djawanews.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Dalam keputusan tersebut, Bahlil juga tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pengangkatan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Dengan posisi ganda tersebut, Bahlil akan memiliki tanggung jawab pada dua level pemerintahan, yaitu sebagai koordinator kebijakan lintas kementerian sekaligus sebagai pemimpin langsung kementerian yang menangani sektor energi dan sumber daya mineral.
Bahlil Lahadalia Jadi Menko Hilirisasi Sekaligus Menteri ESDM
Sebelum pelantikan, Bahlil menyampaikan bahwa dirinya menerima penugasan tersebut setelah mendapat arahan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menyebut tugas sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM akan dijalankan sesuai arahan Presiden.
Rangkap jabatan ini membuat Bahlil memiliki peran strategis dalam agenda pemerintah terkait hilirisasi industri, pengelolaan sumber daya alam, serta percepatan transisi energi.
Hilirisasi menjadi salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional melalui pengolahan di dalam negeri. Sementara sektor transisi energi berkaitan dengan upaya mengembangkan sistem energi yang lebih berkelanjutan, termasuk pengelolaan energi baru dan terbarukan.
Sebelumnya, Bahlil juga pernah memimpin Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum dipercaya menjadi Menteri ESDM. Ia kemudian dilantik sebagai Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif pada 2024.
Tugas Baru dalam Agenda Hilirisasi dan Ketahanan Energi
Sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil akan berperan dalam koordinasi kebijakan antarinstansi yang berkaitan dengan pengembangan industri berbasis sumber daya alam dan energi nasional.
Sebelumnya, pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang diketuai oleh Bahlil saat menjabat Menteri ESDM. Satgas tersebut memiliki fokus pada percepatan hilirisasi sektor strategis serta penguatan ketahanan energi nasional.
Rangkap jabatan seorang menteri bukan hanya berkaitan dengan posisi administratif, tetapi juga menempatkan perhatian pada efektivitas koordinasi antarprogram pemerintah. Dengan memegang dua posisi sekaligus, Bahlil diharapkan mampu menghubungkan kebijakan tingkat koordinasi dengan implementasi teknis di sektor energi.
Namun, pelaksanaan tugas tersebut tetap membutuhkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain karena agenda hilirisasi dan transisi energi mencakup banyak sektor, mulai dari industri, investasi, lingkungan, hingga infrastruktur.
Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM menunjukkan fokus pemerintah pada percepatan hilirisasi dan penguatan sektor energi. Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut akan bergantung pada koordinasi kebijakan dan implementasi program di berbagai sektor terkait.
Demikian informasi seputar ditunjuknya Bahlil Lahadia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.