Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Kedelai Mahal Tahu & Tempe Langka, Warganet Singgung Kinerja Jokowi

Kedelai Mahal Tahu & Tempe Langka, Warganet Singgung Kinerja Jokowi

Usman Mahendra
Usman Mahendra 27 Februari 2022 at 12:48pm

Dilansir dari blog.netray.id: Tempe dan tahu kini menjadi sebuah ironi, olahan kedelai asli Indonesia ini kini diproduksi dengan mengandalkan bahan baku impor. Tahu dan tempe kini ramai jadi perbincangan setelah kedelai alami kenaikan dan ancaman mogok dari para pengrajin. Perbincangan warganet soal itu kemudian banyak menyebut Presiden Joko Widodo dan menyinggug kenerjanya dalam mengendalikan harga.

Kenaikan harga bahan baku dari makanan tradisional asli Indonesia ini pun direspon serius oleh para pengrajin dengan melakukan aksi mogok di sejumlah wilayah. Aksi ini pun menjadi pembahasan media pemberitaan online, salah satunya artikel berikut.

tempe
Gambar 1. Pemberitaan Sindonews, 21 Februari 2022

Aksi mogok menjadi salah satu bentuk protes dari para pengrajin tempe dan tahu menyikapi melonjaknya harga kedelai. Aksi ini kompak dilakukan oleh pengrajin tempe di Jabodetabek selama tiga hari, sejak 21 Februari 2022 sampai dengan 23 Februari 2022. Dengan dilakukannya aksi tersebut tempe dan tahu dipastikan tidak tersedia di pasaran selama aksi berlangsung.

Sebelumnya kenaikan sempat terjadi pada tahun 2021 saat harga kedelai naik dikisaran Rp9-10 ribu per kilogram (Kg). Namun kini kenaikan kembali terjadi bahkan menyentuh angka Rp12 ribu per Kg. Kenaikan ini tentu membuat para pengrajin kesulitan untuk kembali memproduksi tempe. Padahal olahan kedelai ini masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam konsumsi rumah tangga.

Belum dapat terpenuhinya kebutuhan kedelai dalam negeri membuat Indonesia harus mengandalkan kedelai impor. Padahal Indonesia merupakan negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia setelah Cina. Terlebih dari segi kualitas kedelai impor memiliki standarisasi mulai dari bentuk, besar, hingga warna yang seragam. Sementara kedelai lokal belum dapat terstandarisasi dengan baik. Itulah sebabnya produksi olahan kedelai yang telah terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya ini justru mengandalkan kualitas kedelai impor.

Jokowi Paling Banyak Disebut

Pantauan Netray di lini masa Twitter sejak 10 Februari 2022 sampai dengan 22 Februari 2022 menunjukkan, Presiden Joko Widodo adalah orang yang paling banyak disebut oleh warganet dalam perbincangan isu kenaikan harga kedelai serta kelangkaan tahu dan tempe.

Gambar 3. Daftar Top People dan Top Organization

Warganet ramai-ramai menandai Presiden Jokowi dalam cuitannya. Total ada 1.243 twit yang menandai Presiden Jokowi. Alih-alih mengeluhkan persoalan ini pada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi warganet justru langsung menyasar akun Jokowi.

Twit warganet kebanyakan mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang sampai membuta tempe dan tahu mahal di pasaran. Tak sedikit pula yang mengkritik kinerja Jokowi dalam mengurus perekonomian, mempertanyakan terjadinya kelangkaan minyak goreng hingga tempe.

Salah satu twit yang paling populer dari akun @bachrum_achmadi bahkan menyinggung kinerja Jokowi dan kaitanya dengan wacana penamabahan masa periode jabatan Presiden.

Gambar 2. Opini warganet menyasar Jokowi

Selain menyasar Jokowi, pada kategori Top Organizations Kementerian Perdagangan turut menjadi organisasi yang paling banyak dibahas oleh warganet. Demikian halnya Kementerian Pertanian yang juga masuk dalam kategori Top Organizations. Kedua lembaga ini menjadi lembaga yang paling banyak disebutkan oleh warganet dalam membahas topik seputar melonjaknya harga kedelai.

Sementara itu secara umum pembahasan mengenai topik kenaikan harga kedelai ini cukup tinggi di lini masa Twitter. Terpatau selama periode pemantauan ada 14,3 ribu twitter yang membahasa topik itu. Dan sentimen negatif lebih mendominasi dalam perbincangan warganet.

Gambar 3. Infografik perbincangan warganet

Sementara jumlah impresi pada topik ini mencapai 892.7 ribu dengan potensi menjangkau 163.2 juta pengguna akun Twitter. Jumlah ini menunjukkan topik naiknya harga kedelai menjadi perbincangan hangat di lini masa Twitter.

Gambar 4. Kosa kata populer

Sementara melalui kosa kata populer kita dapat menemukan sejumlah kata yang kerap digunakan warganet dalam membahas topik ini. Beberapa diantaranya seperti, langka, naik, mogok, mahal, impor, minyak, dan lain sebagainya. Lalu seperti apakah opini warganet dalam merespon persoalan ini?

Gambar 5. Opini warganet

Belum selesai persoalan minyak goreng kini Indonesia harus dihadapkan oleh persoalan naiknya harga bahan pokok makanan lainnya. Tak heran warganet menanggapi sinis persoalan ini, hal ini tampak melalui beberapa cuitan di atas. Tak hanya produsen warganet sebagai konsumen juga turut meminta pemerintah serius dalam menangani persoalan ini.

Gambar 6. Opini warganet

Bahkan Susi Pudjiastuti melalui akun pribadinya turut mengomentari persoalan ini, menurutnya sudah saatnya pemerintah kembali menggalakkan swasembada kedelai dan minyak kelapa. Program yang diusulkan tersebut dianggap dapat menjadi solusi untuk menekan ketergantungan produsen pada bahan impor. Selain itu, kita juga dapat mengamati berbagai komentar sarkastik dari beberapa akun yang mengingatkan rakyat hanya perlu mencari alternatif sendiri akan ketidakstabilan harga bahan makanan di Indonesia.

Gambar 7. Media Populer Twitter

Salah satu sindiran tersebut dapat diamati melalui Media Populer pantauan Netray (Gambar 6). Naiknya harga minyak goreng dan naiknya harga tahu tempe membuat menu tempe goreng dianggap sebagai kombinasi menu mahal. Untuk dapat menyiasati persoalan ini produsen tempe memperkecil ukuran agar tempe tetap bisa diproduksi dan dijual dipasaran. Meski demikian para produsen tetap berharap pemerintah dapat menurunkan harga kedelai di Indonesia.

Serupa dengan tahun 2021 harga kedelai di awal tahun 2022 ini pun kembali alami kenaikan yang berimbas pada naiknya bahan makanan yang berasal dari kedelai. Kenaikan ini pun menyebabkan para produsen kesulitan dalam memproduksi tempe dan tahu. Bahan makanan yang biasanya dinilai ekonomis ini pun hanya memiliki dua alternatif, yakni ukurannya yang diperkecil atau harganya yang akan dinaikkan.

Simak analisis Netray lainnya melalui https://blog.netray.id/ dan analisis mendalam Netray melalui https://medium.com/@netrayID

Bagikan:
#mogok produksi#tahu tempe#Tempe#kedelai

Berita Terkait

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
    Berita Hari Ini

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

    Djawanews - Kawasan hutan dan ekosistem lingkungan hidup memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekologis, mitigasi perubahan iklim, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Dukung Kebijakan
    Berita Hari Ini

    Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

    Saiful Ardianto 18 Oct 2026 14:17
  • Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
    Berita Hari Ini

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

    Saiful Ardianto 15 Oct 2026 19:39
  • Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
    Berita Hari Ini

    Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

    Djawanews.com - Investasi Geotermal Gunung Ungaran di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4–5 triliun. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
    Berita Hari Ini

    Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

    Saiful Ardianto 12 Oct 2026 19:13
  • Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Saiful Ardianto 10 Oct 2026 19:46

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Dukung Kebijakan
Berita Hari Ini

1

Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
Berita Hari Ini

2

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up