Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Polemik UMK Jabar 2020

Polemik UMK Jabar 2020

Saiful Ardianto
Saiful Ardianto 02 Desember 2019 at 06:21am

Jawa Barat tengah mengalami polemik UMK Jabar 2020 yang dikeluarkan Gubernur Ridwan Kamil. Polemik tersebut dimulai dari terbitnya Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2020. Meski SE UMK Jabar telah terbit, para serikat buruh menolaknya. Mereka menuntut Gubernur agar tidak hanya mengeluarkan SE, namun juga mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur.

Protes yang dilayangkan para serikat buruh akhirnya membuat Ridwan Kamil menerbitkan SK-nya. SK tersebut diteken pada Minggu ini 1 Desember 2019. Meski SK telah keluar, masih ada permasalahan yang harus diselesaikan, baik dari segi para buruh dan para pengusaha.

Permasalahkan UMK Jabar 2020 dari Sisi Buruh

Meski Ridwan Kamil telah mengeluarkan SK UMK Jabar 2020, ribuan buruh tetap menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut digelar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (2/12/2019). Rencananya, unjuk rasa akan dilakukan selama empat hari. Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap salah satu poin Keputusan Gubernur Jabar soal UMK 2020.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto menjelaskan, salah satu poin yang jadi masalah bagi para buruh adalah diktum ke-7 huruf D. Diktum ke-7 dinilai oleh KSPSI memberikan ruang kepada perusahaan yang tidak mampu memberikan upah sesuai UMK, cukup hanya dengan berunding dengan para buruh.

Kegelisahan Ridwan Kamil terkait UMK Jabar 2020 (Sumber; instagram pribadi Ridwan Kamil)

“KSPSI Jawa Barat meminta Gubernur untuk merevisi diktum ke-7 point D karena itu memberikan ruang kepada perusahaan padat karya, yang tidak mampu untuk tidak mengajukan penangguhan hanya cukup kesepakatan dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja diperusahaan masing-masing dan disahkan oleh Disnaker Jawa Barat,” kata Roy, Minggu, (1/12/2019).

Hal itu dinilai melanggar UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan No. Kepmen 231 tahun 2003. Roy mengatakan, perusahaan yang tidak mampu melaksanakan upah minimum seharusnya mengajukan penangguhan ke Gubernur. Artinya, diterima atau tidaknya penangguhan UMK yang diajukan perusahaan tergantung keputusan Gubernur, tidak disahkan Disnaker Jawa Barat.

Dikeluarkannya SE UMK Jabar 2020 ternyata dikarenakan adanya tren relokasi pabrik, dari Jawa Barat ke Jawa Tengah. Tren yang dilakukan para pengusaha tersebut lantaran UMK yang ditetapkan terlalu tinggi bagi para pengusaha, sedangkan UMK Jawa Tengah dinilai lebih terjangkau. Relokasi tersebut yang jadi alasan Gubernur Jabar hanya mengeluarkan SE terkait UMK Jabar.


Baca Juga:
  • UMK Jawa Tengah Terbaru, Banjarnegara Paling Rendah
  • Kabar Gembira! Upah Minimum Provinsi Naik Tahun Depan

Ridwan Kamil juga sempat membagikan permasalahan ini melalui akun instagram pribadinya, @ridwankamil beberapa hari yang lalu. Dalam postingannya, Gubernur Jabar itu mengatakan bahwa selama 2016-2019, Jawa Barat mengalami beberapa permasalahan, mulai dari gelombang relokasi, pengurangan tenaga kerja, hingga penutupan pabrik. Dalam lima tahun terkahir, tulis Ridwan Kamil, sebanyak 83 ribu orang kehilangan pekerjaannya.

Adanya SE UMK Jabar 2020 dimaksudkan agar para pengusaha memiliki peluang untuk negosiasi dengan para pekerjanya. Sehingga relokasi pabrik di Jawa Barat yang dilakukan karena beban upah buruh yang terlalu tinggi dapat dihindari. Dengan adanya SK yang telah dikeluarkan, perusahaan yang menggaji karyawan di bawah UMK akan terjerat pidana.

Bagikan:
#berita hari ini#BURUH#jabar#jawa barat#RELOKASI PABRIK#RIDWAN KAMIL#SERIKAT BURUH#UMK JABAR 2020

Berita Terkait

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
    Berita Hari Ini

    Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

    Djawanews - Kawasan hutan dan ekosistem lingkungan hidup memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan ekologis, mitigasi perubahan iklim, serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Dukung Kebijakan
    Berita Hari Ini

    Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

    Saiful Ardianto 18 Oct 2026 14:17
  • Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
    Berita Hari Ini

    Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

    Saiful Ardianto 15 Oct 2026 19:39
  • Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?
    Berita Hari Ini

    Investasi Geotermal Gunung Ungaran Capai Rp4–5 Triliun, Daerah Berpeluang Terima Bagi Hasil?

    Djawanews.com - Investasi Geotermal Gunung Ungaran di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp4–5 triliun. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%
    Berita Hari Ini

    Prambanan Investasi Lepas Saham DOOH Rp179,85 Miliar, Investor Kuasai 10,07%

    Saiful Ardianto 12 Oct 2026 19:13
  • Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI
    Berita Hari Ini

    Investasi NVIDIA di d-Matrix: Gandeng Pesaing untuk Perluas Ekosistem AI

    Saiful Ardianto 10 Oct 2026 19:46

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial
Berita Hari Ini

1

Pengembangan Investasi IKN Capai Rp3,74 Triliun, Fokus Rusun ASN dan Kawasan Komersial

Dukung Kebijakan
Berita Hari Ini

2

Dukung Kebijakan "Siswa Tak Otomatis Naik Kelas", Senator Gus Hilmy: Momentum Perbaikan Ekosistem Pembelajaran

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta
Berita Hari Ini

3

Kontras dengan Isu Karhutla, DPD RI: Permintaan Alih Fungsi Lahan Mengancam Darurat Hutan di Yogyakarta

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up