Djawanews.com - PLTA Timo merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga air yang memiliki nilai historis tinggi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berlokasi di Dusun Kunci Putih, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, PLTA ini menjadi bukti awal pemanfaatan energi air secara terencana di Indonesia.
Pembangunan PLTA Timo dimulai pada tahun 1957 dan mulai beroperasi penuh pada 1962. Sejak awal, pembangkit ini dirancang untuk memanfaatkan sumber air dari Rawa Pening, sebuah danau alami yang juga menjadi penopang sistem irigasi dan energi di kawasan sekitarnya.
PLTA Timo sebagai Infrastruktur Energi Bersejarah
Air yang digunakan PLTA Timo berasal dari Rawa Pening yang sebelumnya telah dimanfaatkan oleh PLTA Jelok. Aliran air tersebut dialirkan menuju Kolam Tandu, kemudian diteruskan melalui terowongan sepanjang sekitar 4 kilometer dengan diameter 3 meter yang menembus perbukitan. Sistem ini menunjukkan tingkat perencanaan teknik yang maju pada masanya.
Di area pembangkit, PLTA Timo dilengkapi dengan tiga unit generator. Masing-masing generator mampu menghasilkan daya hingga 4 megawatt. Dalam operasionalnya, debit air sebesar 1,15 meter kubik per detik dapat menghasilkan energi listrik sekitar 1 megawatt.
Kapasitas itu cukup signifikan untuk mendukung kebutuhan listrik regional pada era awal pengoperasiannya.
Keberadaan PLTA Timo hingga kini juga mencerminkan keberlanjutan infrastruktur energi berbasis air. Meski dibangun lebih dari enam dekade lalu, sistem pembangkit ini masih relevan sebagai bagian dari bauran energi terbarukan yang ramah lingkungan.
PLTA Timo bukan sekadar pembangkit listrik, tetapi juga warisan teknologi energi air yang berperan penting dalam sejarah kelistrikan Jawa Tengah. Dengan sistem aliran air yang terencana dan kapasitas generator yang stabil, PLTA Timo menjadi contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan jangka panjang.
Demikian informasi seputar PLTA Timo. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.