Djawanews.com - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen pembiayaan investasi hingga semester I-2026. Kinerja positif tersebut diraih ketika pembiayaan investasi industri multifinance secara nasional justru mengalami kontraksi.
Piutang pembiayaan investasi CNAF mencapai Rp1,19 triliun pada Juni 2026. Nilainya meningkat 53 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan dengan Rp783 miliar pada Juni 2025.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan bahwa kinerja piutang pembiayaan investasi perusahaan hingga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan kemampuan CNAF dalam mengoptimalkan peluang pasar di tengah kondisi industri yang masih menghadapi tekanan.
Pembiayaan Investasi CNAF Tumbuh di Tengah Kontraksi Industri
Pertumbuhan pembiayaan investasi CNAF berbanding terbalik dengan pergerakan industri multifinance secara keseluruhan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai pembiayaan investasi industri multifinance tercatat sebesar Rp167,89 triliun per Juni 2026.
Angka tersebut mengalami kontraksi sebesar 5,33 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi di tengah dinamika ekonomi.
Kondisi tersebut membuat pertumbuhan CNAF sebesar 53 persen menjadi capaian yang menonjol. Perusahaan mampu memperbesar piutang pembiayaan investasi ketika permintaan dan ekspansi usaha secara industri sedang melambat.
Pembiayaan investasi sendiri berperan dalam mendukung kebutuhan pengadaan barang modal maupun pengembangan kegiatan usaha. Oleh karena itu, proses penyalurannya membutuhkan penilaian terhadap kemampuan dan karakteristik setiap nasabah.
Strategi CNAF Menjaga Pertumbuhan hingga Akhir 2026
CNAF memproyeksikan pembiayaan investasi masih mempunyai ruang untuk bertumbuh hingga akhir 2026. Strategi perusahaan akan diarahkan pada pemilihan sektor usaha yang menjadi sasaran serta pengukuran karakteristik nasabah secara cermat.
Selain mengembangkan produk yang relevan, CNAF berencana memperluas akses pembiayaan melalui kanal digital. Perusahaan juga akan meningkatkan proses akuisisi dan kualitas layanan agar dapat menjangkau kebutuhan nasabah dengan lebih efektif.
Pertumbuhan penyaluran tetap akan dibarengi dengan penguatan manajemen risiko. CNAF melakukan pemantauan portofolio secara berkala untuk menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mengantisipasi potensi risiko di tengah perubahan kondisi ekonomi.
Kinerja hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa CNAF berhasil menjaga momentum pembiayaan investasi di tengah kontraksi industri multifinance. Pengembangan produk, digitalisasi, seleksi nasabah, dan pengawasan portofolio akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan hingga akhir tahun.
Demikian informasi seputar peningkatan pembiayaan investasi CNAF. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.