Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Merangkum Wacana Bantuan Subsidi Upah dalam Pemberitaan Media Massa Nasional

Merangkum Wacana Bantuan Subsidi Upah dalam Pemberitaan Media Massa Nasional

Usman Mahendra
Usman Mahendra 27 Juli 2021 at 12:48pm

Dilansir dari blog.netray.id: Guna membantu masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah berencana kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) seperti tahun lalu. Pemerintah menganggarkan bantuan sebesar Rp 8 triliun yang disalurkan melalui Kementerian Ketenagakerjaan kepada 8 juta pekerja di seluruh Indonesia. Nantinya penyaluran BSU akan dilakukan selama dua bulan dengan masing-masing sejumlah Rp 500.000, sehingga setiap penerima akan mendapat total bantuan sebanyak Rp 1 juta.

Ada sejumlah kriteria untuk menentukan siapa saja yang mendapatkan bantuan BSU. Pertama, peserta yang mendapat subsidi upah adalah pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan dan telah membayar iuran. Kedua, batas maksimal gaji yang diterima setiap bulan tidak lebih dari Rp 3,5 juta. Jika pekerja berada di wilayah dengan UMK lebih dari Rp 3,5 juta, maka angka UMK akan menjadi batas kriteria subsidi upah. Aturan tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

subsidi upah

Netray lantas memantau media massa nasional untuk melihat bagaimana wacana Bantuan Subsidi Upah diberitakan. Seberapa jenuh media massa Indonesia dengan kata kunci pemantauan? Bagaimana tendensi sentimen atas laporan para jurnalis? Seperti apa wacana ini berkembang? Hingga siapa saja yang terlibat dalam wacana ini? Hasilnya bisa disimak di bawah ini.

Laporan Statistik Pemberitaan Bantuan Subsidi Upah Selama Periode Pemantauan

Guna memilah-milah pemberitaan yang memberitakan wacana BSU, Netray menggunakan kata kunci “subsidi upah”. Pemantauan tersebut dilakukan selama periode satu pekan, yakni sejak tanggal 20 Juli hingga 26 Juli 2021. Yang berhasil dirangkum Netray antara lain total pemberitaan yang mengandung kata kunci sebanyak 621 artikel. Terdapat 87 portal berita online yang menerbitkan ratusan berita tersebut.

Sebagian besar artikel terpantau masuk ke dalam kategori Government, yakni sebanyak 475 laporan. Sedangkan 123 laporan lainnya terindeks ke dalam kategori Finance & Insurance. Sisanya tersebar ke dalam kategori Health & Lifestyle hingga Entertainment. Netray juga menemukan setidaknya 3.947 total Person Entities yang muncul dari dalam artikel wacana Subsidi Upah. Data tersebut akan dipecah dan dianalisis lebih jauh lagi di bab analisis nanti.

Untuk tendensi sentimen, Netray menemukan bahwa 455 artikel ditulis dengan sentimen positif. Jumlah ini terhitung sudah menguasai persepsi kantor berita terhadap wacana subsidi upah. Pasalnya dari yang terpantau Netray hanya terdapat 66 artikel saja yang memiliki sentimen negatif. Dapat dibayangkan bahwa media massa sangat mendukung rencana pemerintah ini. 

Tetapi sebelum membuktikan asumsi tersebut perlu disampaikan sejumlah fakta statistikal lain seperti kapan saja wacana terkait subsidi upah santer diberitakan oleh media massa online. Terlihat dari grafik Peak Time di bawah bahwa wacana ini mencapai puncak kuantitas pemberitaan pada tanggal 22 Juli 2021 sebanyak 158 artikel selama 24 jam. Hanya saja hingga akhir periode pemantauan wacana ini seperti tidak menunjukan kecenderungan mereda. Sehingga bisa disimpulkan bahwa topik ini memang menjadi isu yang populer selama periode pemantauan.

Penerima Bantuan Subsidi Upah dan Kemunculan Kritik Publik

Wacana bantuan subsidi upah sebenarnya sudah muncul bahkan sejak awal bulan ini. Tetapi baru pada tanggal 21 Juli yang lalu sinyal keberadaanya semakin menguat. Media massa menulis sejumlah laporan yang memberitakan sejumlah kabar bahwa pemerintah bersiap-siap untuk mencairkan program bantuan langsung tunai (BLT) melalui kerjasama Kementerian Ketenagakerjaan dengan lembaga BPJS. Hanya saja pemerintah belum menentukan besaran bantuan hingga petang hari. Publik baru disajikan spekulasi dan prospek terkait berapa jumlah bantuan subsidi uang untuk pekerja secara ideal.

Baru setelah petang menjelang malam, wacana kebijakan subsidi upah tersebut diumumkan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dan akhirnya teka-teki berapa besaran bantuan yang didapat terkuak. Lebih sedikit dari perkiraan yakni hanya Rp 1 juta saja. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa bantuan subsidi upah akan diberikan secara bertahap selama dua bulan. Media massa juga membagikan informasi terkait kriteria penerima bantuan subsidi upah beserta cara mengecek daftar nama pekerja yang mendapatkan bantuan tersebut.

Karena diumumkan pada malam hari, puncak pemberitaan baru terjadi esok harinya, yaitu pada tanggal 22 Juli 2021. Sebagian besar laporan masih dengan sudut pandang yang sama. Hanya saja beberapa laporan mulai memberikan kritik terhadap kebijakan tersebut. Pertanyaan terkait efektivitas pemberian bantuan menjadi sudut pandang kritik atas SBU. Berikut ini adalah contoh kritik publik yang muncul dari pemberitaan media massa.

Menjelang akhir periode pemantauan, kritik yang lebih beragam muncul ke hadapan publik. Salah satunya datang dari anggota DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay yang menyebutkan bahwa seharusnya bantuan subsidi upah juga menyasar pekerja di sektor informal. Pasalnya sektor ini terhitung banyak menyumbang demografi masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM akibat pandemi Covid-19. Masalah kriteria penerima bantuan juga menjadi sorotan Konfederasi Serikat Pekerja yang meminta pemerintah untuk memperluas lagi cakupan kriteria tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menjadi figur yang paling banyak dirujuk oleh media massa. Meskipun diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, sasaran bantuan yakni rakyat pekerja kerap menjadi highlight pemberitaan media massa. Pemantauan Netray juga menemukan sejumlah tokoh kepemerintahan yang ikut disinggung. Seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, dan Mendagri Tito Karnavian.

Penutup

Bantuan Subsidi Upah untuk rakyat pekerja yang terdaftar dalam BPJS rencananya memang baru akan diberikan bulan Agustus dan September depan. Wacana tersebut sudah diumumkan termasuk syarat kriteria siapa saja yang berhak mendapatkannya. Bantuan ini dimaksudkan guna membantu rakyat pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Meskipun mendapat banyak apresiasi publik, keberadaan kritik tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Bagaimanapun upaya dari pemerintah semacam ini harus tetap diukur efektivitasnya dalam menangani masalah yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Bagikan:
#bantuan subsidi upah#ida fauziyah#Kementerian Ketenagakerjaan#PANDEMI#SRI MULYANI#subsidi upah

Berita Terkait

    PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun
    Berita Hari Ini

    PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun

    Djawanews.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Kukusan 2 yang terletak di Tanggamus, Lampung, resmi beroperasi pada Jum’at (06/02/26). Proyek tersebut menjadi pencapaian penting bagi PT ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol
    Berita Hari Ini

    PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol

    Saiful Ardianto 03 Mar 2026 13:20
  • PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

    Saiful Ardianto 02 Mar 2026 15:44
  • Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
    Berita Hari Ini

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

    Djawanews.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang yang berlokasi di Kalimantan Utara sedang memicu kontroversi, meskipun mengusung label "energi hijau" yang seharusnya ramah lingkungan. ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
    Berita Hari Ini

    Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

    Saiful Ardianto 09 Feb 2026 12:49
  • PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?
    Berita Hari Ini

    PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?

    Saiful Ardianto 06 Feb 2026 12:33

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol
Berita Hari Ini

1

PLTA Masang-2 Diproyeksikan Perkuat Kelistrikan dan Ekonomi Masyarakat Bonjol

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
Berita Hari Ini

2

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun
Berita Hari Ini

3

PLTA Kukusan 2 di Lampung Beroperasi dengan Target Produksi 35 GWh Setiap Tahun

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up