Djawanews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang memanggil mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk diperiksa terkait kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang dalam Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar mengatakan penyidik akan memeriksa semua pihak yang diduga terlibat, termasuk Ahok jika jika dirasa dibutuhkan.
"Jadi siapa pun yang terlibat dalam perkara ini, baik berdasarkan keterangan saksi, maupun berdasarkan dokumen atau alat bukti yang lain pasti akan kita panggil untuk dimintai keterangan, siapa pun," katanya saat ditanya perirhal mantan Komisaris Ahok.
Qohar mengatakan penyidik telah menggeledah empat lokasi terkait kasus korupsi minyak mentah, termasuk kediaman sang raja minyak Riza Chalid.
"Jadi rumah Pak Riza Chalid kan sekarang jadi kantor, di mana para tersangka dari tiga orang kemarin dari pengusaha itu berkantornya di sana, sehingga kita geledah," kata dia.
Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) 2018–2023 yang merugikan negara hampir Rp 193,7 triliun.
Mereka adalah Riva Siahaan selaku direktur utama PT Pertamina Patra Niaga, Sani Dinar Saifuddin selaku direktur feedstock dan product optimization PT Kilang Pertamina Internasional, dan Yoki Firnandi selaku direktur utama PT Pertamina International Shipping.
Kemudian Agus Purwono selaku VP feedstock management PT Kilang Pertamina Internasional, Muhammad Kerry Andrianto Riza selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati selaku komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus komisaris PT Jenggala Maritim, Gading Ramadhan Joedo selaku komisaris PT Jenggala Maritim, dan direktur utama PT Orbit Terminal Merak.
Dua orang lagi yang baru ditetapkan sebagai tersangka kasus minyak mentah adalah Maya Kusmaya selaku direktur pemasaran pusat dan niaga PT Pertamina Patra Niaga, dan Edward Corne selaku VP trading operations PT Pertamina Patra Niaga.