Djawanews logo
×
  • Masuk
  • Berita Hari Ini
  • Bisnis
    • Entrepreneur
    • Market
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Infotainment
    • Inspirasi
    • Kesehatan
    • Relationship
  • Otomotif
  • Sepak Bola
  • Sport
  • Teknologi
  • Travel
  • Serba-serbi
  • Kriminal
  1. Home
  2. Berita Hari Ini
Jadi Acuan Keberhasilan dalam Dunia Politik, Apa Itu Elektabilitas?
Jokowi dan Ma'ruf Amin saat debat Pilpres 2019 (Dok. Antara)

Jadi Acuan Keberhasilan dalam Dunia Politik, Apa Itu Elektabilitas?

MS Hadi
MS Hadi 11 September 2022 at 07:29pm

Djawanews.com – Mendekati Pemilu 2024, kata elektabilitas semakin sering terdengar. Kata ini disematkan pada para kandidat yang dianggap lebih progresif untuk seluruh siklus pemilu 2024 mendatang. Lantas, apa itu elektabilitas? Seberapa penting dalam pemilihan?

Dilansir dari Berkeley Public Policy Journal, memahami elektabilitas dapat dimulai dengan kriteria sederhana yaitu dengan melihat dengan kandidat terdahulu.

Pertama adalah melihat seberapa baik seorang kandidat beresonansi dengan basis partai, termasuk bagaimana mereka beresonansi dengan berbagai fraksi partai, dan seberapa baik mereka menyatukan sayap-sayap partai yang berbeda.

Seberapa baik seorang kandidat terhubung dengan minat yang relevan dari kelompok demografis seperti ras, wanita, agama, dan pemilih muda.

Kedua, seberapa kuat keyakinan seorang kandidat untuk memperjuangkan visi dan misinya.

Baca Juga:
  • Hanya Kalah 0,3 Persen dari RK-Suswono, Pramono-Rano Optimis Menang 1 Putaran
  • Panel Survei Indonesia: Elektabilitas Pramono-Rano Karno Ungguli RK-Suswono
  • Pramono Yakin Elektabilitas Bakal Meroket setelah Sering Blusukan Temui Warga Jakarta

Selanjutnya, pemahaman elektabilitas dalam pemilu yang paling umum adalah adalah seberapa mampu kandidat dapat memenangkan pemilihan.

Randy Clopton, kandidat Master of Public Policy di UC Berkeley Goldman School of Public Policy mendefinisikan elektabilitas sebagai kemampuan untuk menyatukan orang-orang dari latar belakang sosio politik yang berbeda dan memperjuangkan ide-ide dari basis yang bersatu. Sosok yang demikian dinyatakan dapat memenangkan pemilihan.

Dikutip dari Psychology Today, Dylan Selterman menjelaskan jika elektabilitas  sering diterapkan dengan cara yang sangat licin, tidak konsisten, dan bias. Terdapat konflik kepentingan ketika politisi mengklaim bahwa mereka lebih "dapat dipilih" karena implikasinya adalah bahwa mereka lebih layak mendapatkan suara kita daripada lawan mereka.

Dylan menjelaskan jika elektabilitas menjadi bias karena hanya melayani diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Setiap politisi mungkin percaya bahwa mereka lebih "dapat dipilih" daripada lawan mereka, sama seperti kebanyakan orang percaya bahwa mereka lebih tinggi daripada rata-rata orang lain.

Kemudian, secara statistik tidak mungkin bagi kebanyakan orang untuk berada di atas rata-rata pada variabel apa pun.

Selain itu, elektabilitas juga sering digunakan untuk menutupi prasangka halus dengan mengecilkan hati kandidat lain yang minor seperti wanita, orang kulit hitam, homoseksual, atau minoritas agama. Kemudian hal yang sama bagi seorang kandidat dengan elektabilitas kuat yang dianggap cocok jadi presiden seperti tua, etnis dominan, laki-laki, agama dominan.

Elektabilitas jadi Faktor Penting Pemilu

Meskipun demikian, elektabilitas di negara demokrasi masih menjadi faktor penting. Kemudian banyak yang berpendapat bahwa persepsi elektabilitas sebagian besar didorong oleh media nasional.

Kini media dapat menciptakan apa yang oleh analis Nate Silver disebut sebagai "putaran umpan balik" dan kritikus media Washington Post Margaret Sullivan menyebutnya sebagai "efek yang mengabadikan diri sendiri."

Apabila beberapa pakar dan pemilih mengatakan terdapat satu kandidat “yang paling dapat dipilih” dan mereka memberitahu lembaga survei, maka kandidat tersebut akan disorot oleh media dan dianggap sebagai sosok dengan elektabilitas tinggi.

Meskipun hal tersebut di masa lalu tidak menjadi masalah, tetapi sekarang narasi nasional meresap ke dalam kesadaran pemilih dengan cara yang belum pernah terjadi di sebelumnya.

Dengan demikian, elektabilitas bisa berasal dari anggapan pakar ketika lembaga survei menelepon yang kemudian menjadi umpan balik narasi nasional.

Bagikan:
#berita hari ini#djawanews#POLITIK#PILPRES#pemilu#Elektabilitas

Berita Terkait

    PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

    Djawanews.com - PT PLN (Persero) berencana membangun PLTA Pomped Storage berkapasitas 1.000 MW di Kabupaten Pacitan. Rencana itu disampaikan dalam pertemuan jajaran PLN dengan Bupati Pacitan Indrata ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat
    Berita Hari Ini

    Proyek PLTA Mentarang: Pembahasan yang Beredar di Masyarakat

    Saiful Ardianto 10 Feb 2026 17:21
  • Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?
    Berita Hari Ini

    Pemkab Sigi Izinkan Lima Lokasi PLTA Ramah Lingkungan untuk Energi Hijau, Makin Ngacir?

    Saiful Ardianto 09 Feb 2026 12:49
  • PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?
    Berita Hari Ini

    PLTM Sei Wampu Jadi Andalan Energi Air Sumut, Tambah Pasokan Listrik Hijau?

    YOGYAKARTA - Pemanfaatan energi bersih di Sumatera Utara kembali mendapat dorongan melalui beroperasinya PLTM Sei Wampu 1. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini berada di Desa Kuta Gajah, Kabupaten ....
    Saiful Ardianto
    Saiful Ardianto
  • Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?
    Berita Hari Ini

    Medco Energi (MEDC) Peroleh Kredit Rp800 Miliar untuk Perkuat Pendanaan, Kok Bisa?

    Saiful Ardianto 05 Feb 2026 17:43
  • Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?
    Berita Hari Ini

    Konstruksi PLTA Batang Toru Bakal Kena Perombakan, Apa Penyebabnya?

    Saiful Ardianto 04 Feb 2026 13:09

Anda Harus Tahu

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan

Pasangan Calon Pengantin Dianjurkan Vaksin Sebelum Menikah, Apa Saja Jenisnya?

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda
Lifestyle

Polusi Udara Memburuk, Ketahui 7 Langkah Melindungi Paru-paru Anda

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar
Lifestyle

Kesalahan Makan Yogurt yang Bisa Bikin Tubuh Makin Melar

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android
Teknologi

Simpan Banyak File tanpa Bikin Ponsel Lemot, Ketahui 7 Tips Hemat Memori Android

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!
Lifestyle

Mudik Bersama Anak, Jangan Lupakan Obat Ini!

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan
Kesehatan

Pakar Bagikan Kiat Memilih Olahraga saat Menjalankan Puasa Ramadan

Populer

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?
Berita Hari Ini

1

PLTA Pomped Storage 1.000 MW di Pacitan Masuk Agenda PLN, Kok Bisa?

Pilihan Editor

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien
Berita Hari Ini

Lukisan Danang Farshad di ARTJOG 2024, Tentang Konservasi Laut dan Serangan Alien

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya
Berita Hari Ini

Jokowi: Saya Mengenal Rizal Ramli sebagai Ekonom Cerdas dan Aktivis Kritis karena Cinta terhadap Bangsanya

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said
Berita Hari Ini

Tak Ingin Ada Konflik Internal di Timnas AMIN, Ahmad Ali Minta Maaf ke Sudirman Said

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD
Berita Hari Ini

BNPT: Sebanyak 148 Teroris Ditangkap Sepanjang 2023, Didominasi JII dan JAD

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa
Berita Hari Ini

Representasikan Wisata Budaya, Satpam Borobudur Pakai Seragam Bernuansa Jawa

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Berita Hari Ini

Mahasiswa IPB yang Hilang Saat Penelitian di Pulau Sempu Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Follow Google News Kami: Djawanews logo
Djawanews logo
Tentang Kami Kontak Kami Privacy Policy Redaksi Pedoman Media Siber Karir
fb
tw
ig
© Copyright 2026 Djawanews Media Utama
arrow-up