Djawanews.com - PT Saka Energi Indonesia (SAKA) memperkuat kegiatan eksplorasi migas melalui pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menguji potensi hidrokarbon sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Pengeboran eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) mulai dilakukan pada 22 September 2026 melalui PT Saka Energi Sepinggan sebagai operator WK Pekawai. Sejak dipercaya pemerintah melalui SKK Migas sebagai operator pada 16 Mei 2018, SAKA terus melakukan kajian dan pengembangan potensi wilayah kerja tersebut.
Kegiatan eksplorasi ini dilakukan berdasarkan hasil studi geologi dan geofisika yang menunjukkan adanya peluang keberadaan hidrokarbon di area tersebut. Melalui pengeboran SM-1, perusahaan berharap memperoleh data lebih lanjut mengenai karakteristik bawah permukaan dan potensi sumber daya migas di WK Pekawai.
Teknologi Pengeboran SM-1 dan Potensi Hidrokarbon WK Pekawai
Dalam pelaksanaan eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1), SAKA bekerja sama dengan konsorsium PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT ADES Drilling Indonesia menggunakan Jack-Up Rig Soehanah.
Pengeboran ini juga menerapkan teknologi Casing While Drilling (CWD), yaitu metode yang memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing dilakukan secara bersamaan. Teknologi tersebut sebelumnya telah diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah dan dinilai membantu meningkatkan efektivitas operasi serta aspek keselamatan.
Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD dengan rencana well-testing pada dua zona target. Berdasarkan perkiraan awal, struktur SM-1 memiliki volume hidrokarbon in-place (P50) sebesar 109 BCF gas dan 22 MMBOE minyak/kondensat.
Baca Juga: Pertamina dan IBC Jajaki Kerja Sama Bisnis Ekosistem Baterai, Simak Penjelasannya!
Eksplorasi WK Pekawai Perkuat Strategi Energi Nasional
Potensi WK Pekawai juga berkaitan dengan karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Sekitar 10–24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai, sehingga keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di area tersebut menjadi salah satu faktor pendukung kegiatan eksplorasi.
SAKA memastikan seluruh tahapan pengeboran SM-1 dilakukan dengan memperhatikan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Penerapan HSSE Golden Rules menjadi bagian dari standar operasional perusahaan untuk menjaga keselamatan pekerja dan keandalan kegiatan eksplorasi.
Pengembangan sumber daya migas melalui eksplorasi seperti SM-1 menjadi salah satu upaya memperluas basis cadangan energi domestik. Meski hasil akhir pengeboran masih perlu menunggu proses pengujian, kegiatan ini memberikan data penting untuk menentukan prospek pengembangan WK Pekawai ke depan.
Baca Juga: Eksplorasi Migas di Bali Dikebut, bp dan Inpex Siapkan Investasi US$42,7 Juta
Melalui eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1), SAKA menunjukkan komitmen dalam mencari sumber daya migas baru secara terukur. Keberhasilan kegiatan ini nantinya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan energi Indonesia dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan operasi.
Demikian informasi seputar eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1). Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Djawanews.com.